Pekanbaru (Sangkala.id)-Ribuan pelayat memadati prosesi adat hingga pemakaman almarhumah Dumaris Denny Wati Sitio (60), Sabtu (2/5/2026). Suasana duka menyelimuti pemakaman yang berlangsung di TPU HKBP Rumbai. Tangis pecah sejak pemberangkatan jenazah dari rumah duka di Jalan Kurnia II.
Kehadiran pelayat tak hanya dari keluarga besar dan kerabat, tetapi juga masyarakat dari berbagai penjuru Kota Pekanbaru.
Duka mendalam menyatukan mereka yang mengenal sosok Dumaris sebagai pribadi yang ramah dan penuh kepedulian.
Sepanjang prosesi adat Batak yang mengiringi pemberangkatan jenazah, isak tangis tak terbendung. Suami korban, Salmon Meha, tampak terpukul. Tiga anak almarhumah hanya bisa tertunduk, sesekali menangis di pelukan keluarga.
Sejumlah pelayat tak kuasa menahan haru saat mengenang kebaikan almarhumah.
"Almarhumah itu orangnya baik sekali, Kami seperti kehilangan orang tua sendiri," ujar ny Manullang Br Lumbqn Gaol, salah seorang kerabat dan keluarga Lumban Gaol
"Tidak menyangka akhir hidupnya seperti ini. Terlalu kejam," tambah para keluarga besar dari perkumpulan Gumban Gaol.
Hal senada disampaikan warga lain yang datang melayat karena rasa simpati.
“Dia tidak pernah menyakiti orang. Setiap ada kegiatan lingkungan, selalu hadir. Kami sangat terpukul," ujar Ny Manungkalit.
Dumaris, yang lahir di Tanjung Pinang enam dekade silam, dikenal sebagai sosok sederhana dan penyayang keluarga. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekat.
"Kami tidak rela kematian ibu ini, tapi, sebagai orang beriman harus percaya Tuhan. Kami sangat kehilangan," kata M Lumban Gaol.
Ny Tumanggor Br Silaban, yang ikut melayat juga mengatakan begitu kehilangan atas kepergian Dumaris. Ia juga mengutuk keras atas perbuatan pelaku.
Peristiwa pembunuhan yang merenggut nyawanya terjadi pada Rabu (29/4/2026) dan menggemparkan warga Rumbai. Korban ditemukan tewas di dapur rumahnya dalam kondisi mengenaskan.
Kejadian pertama kali diketahui suaminya yang pulang sekitar pukul 11.00 WIB. Rumah dalam keadaan terbuka dan berantakan. Pencarian berujung pilu saat korban ditemukan tak bernyawa dengan bercak darah di sekitarnya.
Hasil penyelidikan mengungkap dugaan keterlibatan empat pelaku. Salah satu terduga merupakan menantu korban sendiri AF br Tumanggor. Fakta ini menambah luka bagi keluarga dan masyarakat.
“Lebih sakit lagi mendengarnya, orang dekat yang tega melakukan ini,” ucap seorang pelayat lirih.
Jenazah Dumaris dimakamkan dengan iringan doa dan tangisan panjang.
Acara pemakaman dikawal ketat Aparat kepolisian dari Polresta Pekanbaru. Mulai dari rumah duka, hingga acara digereja HKBP Rumbai.***