Jangan Sampai Obat Kosong, Dinkes Kampar Perketat Pengawasan Puskesmas

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:12:05 WIB

Kampar (Sangkala.id)-Rak obat di puskesmas tak sekadar tempat menyimpan persediaan. Di sana ada kebutuhan warga yang datang berobat setiap hari. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar memperketat pengawasan stok obat agar pelayanan kesehatan tidak tersendat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes, turun langsung mengecek kondisi pelayanan dan ketersediaan obat di Puskesmas Kuok, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan lapangan itu menjadi cara Dinkes Kampar membaca kondisi pelayanan dari dekat. Zulhendra tidak hanya melihat aktivitas pelayanan, tetapi juga menekankan pentingnya tata kelola obat mulai dari perencanaan kebutuhan, stok, penyimpanan hingga distribusi.

“Kita pastikan ketersediaan obat selalu mencukupi. Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terganggu karena kekurangan obat yang dibutuhkan,” tegas Zulhendra.

Ia meminta petugas Puskesmas Kuok rutin memantau stok. Kebutuhan obat juga harus dilaporkan tepat waktu kepada Dinas Kesehatan. Langkah ini penting untuk mencegah kekosongan, terutama pada obat yang paling banyak digunakan masyarakat.

Bagi Dinkes Kampar, persoalan obat bukan sekadar urusan gudang. Ketersediaan obat berkaitan langsung dengan kecepatan dan kualitas pelayanan kepada pasien. Kekosongan satu jenis obat dapat memengaruhi rangkaian pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Karena itu, pengawasan lapangan menjadi bagian dari evaluasi Dinkes Kampar. Data kebutuhan dan kondisi pelayanan dari puskesmas menjadi bahan untuk menentukan langkah perbaikan berikutnya.

Zulhendra juga mengingatkan tenaga kesehatan di Puskesmas Kuok agar menjaga kualitas pelayanan. Pasien, katanya, harus mendapat pelayanan cepat, tepat, ramah, dan responsif.

“Kita ingin pelayanan kesehatan di Puskesmas semakin baik. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat dan berkualitas,” ujarnya.

Puskesmas menjadi salah satu titik terdepan layanan kesehatan. Di tempat ini, warga berhadapan langsung dengan sistem pelayanan pemerintah. Karena itu, kualitas layanan tidak cukup diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari kemampuan petugas merespons kebutuhan pasien.

Kunjungan tersebut sekaligus memberi Dinkes Kampar gambaran faktual mengenai kondisi pelayanan dan kebutuhan Puskesmas Kuok. Evaluasi lapangan diharapkan menjaga kebutuhan dasar kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.***(feb)

Terkini