Hadiri Hari Santri di Dumai, Kasmarni: Santri Harus Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Akhlak dan Jati Diri

Hadiri Hari Santri di Dumai, Kasmarni: Santri Harus Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Akhlak dan Jati Diri

Dumai (Sangkala.id)-Santri dituntut tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan agar mampu menjawab tantangan zaman. Di tengah perubahan yang semakin cepat, kekuatan moral, akhlak, dan semangat kebangsaan harus tetap menjadi pegangan generasi muda.

Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kota Dumai, Kamis (22/10/2026). Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, turut menghadiri kegiatan yang menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun sumber daya manusia berkualitas bagi daerah dan bangsa.

Dalam sambutan Pelaksana Tugas Gubernur Riau yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, disampaikan pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman. Santri diharapkan mampu mengikuti kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai agama, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap masyarakat. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan, santri merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan keterampilan, dan penguatan karakter harus berjalan beriringan.

"Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026. Kami berharap para santri terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, memperluas wawasan, serta menjaga akhlak dan karakter sebagai bekal untuk meraih masa depan," ujar Kasmarni.

Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki keunggulan dalam memadukan ilmu agama, pembentukan akhlak, dan penanaman nilai kebangsaan. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar santri mampu bersaing sekaligus mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

Namun, tantangan zaman tidak dapat dijawab hanya dengan bekal pengetahuan agama. Santri juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, menguasai teknologi, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

"Santri harus mampu menjadi generasi yang membawa perubahan positif, menjaga persatuan, menebarkan nilai-nilai kebaikan, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Kemajuan zaman harus dihadapi dengan ilmu dan keterampilan, tanpa meninggalkan nilai agama dan budaya bangsa," tegasnya.

Kasmarni menyatakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen mendukung penguatan pendidikan keagamaan dan pengembangan potensi generasi muda. Pondok pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembinaan karakter dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong juga menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

Karena itu, sinergi pemerintah dan lembaga pendidikan pesantren perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang mandiri, produktif, berprestasi, dan siap berkontribusi dalam pembangunan.

Kasmarni berharap Hari Santri Nasional tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk mendorong santri terus belajar, berkarya, berinovasi, dan mengabdi kepada masyarakat.

"Jadikan Hari Santri sebagai pengingat jika masa depan daerah dan bangsa membutuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan bertanggung jawab. Teruslah berprestasi dan jadilah kebanggaan keluarga, masyarakat, serta Kabupaten Bengkalis," tutupnya.

Upacara tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI sekaligus Ketua FKPP Provinsi Riau K.H. Mursyid, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi yang mewakili Plt. Gubernur Riau, Wali Kota Dumai Paisal, Wakil Bupati Kampar, unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Kota Dumai, perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Riau, anggota DPRD Kota Dumai, serta pengurus FKPP tingkat provinsi dan kabupaten/kota.***(ramd)

#Pemerintahan

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index