Kampar (Sangkala id)-Bagi Rifka Zahera, S.Sos., M.M., keberhasilan membangun usaha bukan semata-mata soal pertumbuhan bisnis. Ada tanggung jawab sosial yang perlu berjalan beriringan, mulai dari membantu korban bencana, mendukung pendidikan Al-Qur’an, hingga merawat kegiatan keagamaan masyarakat.
Pengusaha muda asal Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, ini mengembangkan kiprahnya melalui sejumlah perusahaan dan lembaga. Di lingkungan Syam Group, Rifka menjalankan berbagai tanggung jawab profesional sekaligus menggerakkan kegiatan sosial melalui Yayasan Syam Foundation.
Lahir di Bangkinang pada 21 Februari 1992, Rifka merupakan putri H. Syamsuddin HR dan Darsimah. Ia menempuh pendidikan S1 Ilmu Politik di Universitas Islam Riau dan lulus pada 2014. Sepuluh tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen di STIE Bangkinang.
Bekal pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam mengelola organisasi, menjalankan fungsi manajerial, dan mengambil keputusan di dunia usaha.
Mengelola Sejumlah Perusahaan
Rifka tercatat menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain di jajaran direksi PT RIM Syam Group, Direktur Keuangan Syam Gold, Direktur CV Sultan Bunut Industri, Ketua Yayasan Syam Foundation, serta Komisaris PT Sumatera Industri Field.
Tanggung jawab tersebut mencakup pengelolaan usaha, keuangan, pengawasan perusahaan, hingga pengembangan kegiatan sosial.
Syam Gold menjadi salah satu unit usaha yang bergerak di bidang perdagangan perhiasan emas dan logam mulia. Dalam menjalankan bisnis, kepercayaan pelanggan, keberlanjutan usaha, dan kualitas pelayanan menjadi aspek penting untuk menjaga hubungan dengan pasar.
Namun, kiprah Rifka tidak berhenti di lingkungan perusahaan. Melalui Syam Foundation, ia turut mendorong kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan keagamaan.
Kepedulian sosial tersebut terlihat dalam penyaluran bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 16 Desember 2025.
Saat itu, Syam Gold bersama Yayasan Syam Foundation menyalurkan bantuan logistik kepada warga Dusun Batu, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan. Bantuan yang diberikan meliputi beras, sembako, mi instan, biskuit, dan air minum kemasan.
Rifka hadir bersama jajaran Syam Group dalam kegiatan tersebut sebagai Ketua Yayasan Syam Foundation.
Bagi warga yang terdampak bencana, bantuan kebutuhan pokok menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan. Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan peran lembaga sosial dalam mendukung semangat gotong royong dan solidaritas antarmasyarakat.
Perhatian Rifka juga menyentuh pendidikan keagamaan. Salah satu program yang mendapat dukungan ialah hibah seribu Al-Qur’an bagi lembaga pendidikan dan masyarakat yang membutuhkan.
Sejumlah penerima bantuan di antaranya TPA Desa Gerbang Sari, TPA Asy Sibyan Kelurahan Pulau, serta Pondok Pesantren Bustanul Huda.
Dukungan ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan Al-Qur’an sekaligus memperkuat pendidikan agama sejak usia dini. TPA dan pesantren memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak mengenal Al-Qur’an, membentuk akhlak, dan menanamkan nilai moral.
Selain bantuan tersebut, Syam Gold turut mendukung Pawai Takbiran TPA Asy Sibyan di Kelurahan Pulau, Kecamatan Bangkinang, pada 26 Mei 2026.
Kegiatan menyambut Idul Adha itu diikuti ratusan warga dan anak-anak melalui pawai obor serta lantunan takbir. Rifka hadir bersama suaminya, Nurmansyah, S.STP., M.M., yang saat itu menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial warga. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan semacam ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal tradisi dan nilai-nilai Islam di lingkungan mereka.
Kiprah Rifka memperlihatkan bagaimana kegiatan usaha dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial. Pengelolaan perusahaan membutuhkan strategi, disiplin, dan kemampuan menjaga kepercayaan. Sementara itu, kegiatan kemanusiaan menuntut kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Kedua hal tersebut dapat saling menguatkan ketika sumber daya dan jaringan usaha dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Meski demikian, dampak kegiatan sosial juga perlu dilihat dari keberlanjutan program dan manfaat yang benar-benar diterima masyarakat. Bantuan bagi korban bencana, dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an, serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan menjadi langkah konkret yang dapat terus dikembangkan.
Di tengah berbagai tanggung jawab profesional, Rifka juga menjalankan perannya dalam keluarga. Ia merupakan istri Nurmansyah dan ibu dari Farrahnia Aqasaina Aidilla Fitri.
Perjalanannya sebagai pengusaha muda menunjukkan ruang kontribusi perempuan yang terbuka luas, baik dalam pengelolaan perusahaan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.***(feb)