Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali Daring Dua Hari

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali Daring Dua Hari

Pekanbaru (Sangkala.id)-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (13/10/2026). Menyikapi kondisi kualitas udara yang tidak sehat, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menetapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring selama dua hari, yakni Rabu-Kamis, 14-15 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut berlaku bagi satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Disdik Kota Pekanbaru Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3358/2026 tertanggal 13 Oktober 2026, yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pekanbaru, Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd.

Keputusan ini diambil untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah paparan asap. Surat edaran tersebut juga merujuk pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.

Sebelum kebijakan PJJ ditetapkan, Abdul Jamal mengingatkan sekolah agar memperketat perlindungan terhadap siswa. Ia meminta peserta didik menggunakan masker dan melarang kegiatan pembelajaran di luar kelas selama kualitas udara belum sehat.

Abdul Jamal juga menyampaikan, pihak sekolah perlu memantau kondisi kesehatan siswa dan perkembangan kualitas udara. Jika kondisi memburuk, sekolah dapat mengambil langkah untuk memulangkan siswa lebih awal demi keselamatan mereka.

Bagi sekolah yang terkendala akses listrik atau jaringan internet, pembelajaran tetap dilaksanakan melalui modul dan penugasan berbasis rumah. Sementara itu, sekolah dan madrasah di bawah kewenangan Kementerian Agama serta lembaga pendidikan lainnya diimbau menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kualitas udara dan keselamatan peserta didik.

Disdik Pekanbaru akan terus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran seiring perkembangan kualitas udara dan penanganan karhutla. Pemerintah daerah berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan tanpa mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.***

#Pendidikan

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index