Penanganan Tepat dan Cepat Kunci Keberhasilan Pengobatan Cedera Berat pada Lansia

Penanganan Tepat dan Cepat Kunci Keberhasilan Pengobatan Cedera Berat pada Lansia

Kuala Lumpur (Sangkala.id)-CEDERA berat pada lansia merupakan kondisi yang tidak dapat dibiarkan karena dapat membahayakan nyawa. Karena itu, penanganan yang tepat dan tepat adalah kunci keberhasilan pengobatan cedera berat pada lansia.

Dokter spesialis ortopedi, Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur, Jeffrey Jaya Raj, mengatakan, penundaan penanganan dan intervensi yang tak tepat bisa membuat lansia yang mengalami cedera mengalami komplikasi.

"Intervensi dini adalah kuncinya. Jika operasi ditunda, pasien mungkin tidak akan bisa berjalan lagi, dan itu dapat memicu berbagai komplikasi lainnya," kata dokter Jeffrey, dalam keterangan resminya, terkait penanganan kasus neck of femur fracture, yaitu cedera serius pada bagian pinggul yang dialami seorang lansia berusia 102 tahun di SMC.

Ia menangani kasus tersebut bersama tim dokter geriatri, anestesi, dan rehabilitasi medis.

Menurut tim dokter, operasi cepat menjadi langkah penting agar pasien dapat kembali bergerak dan menghindari komplikasi serius akibat terlalu lama berbaring.

Pasien yang akrab disapa Popo tersebut dikenal sebagai wanita paruh baya yang aktif dan biasa menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, bahkan membantu menjalankan usaha
keluarga. Ia tiba-tiba dilarikan ke UGD di SMC karena sempat terjatuh hingga Ia mengalami cedera serius pada bagian pinggul yang umum terjadi pada lansia akibat kerapuhan tulang.

"Pada usia lanjut, cedera seperti ini sering kali menjadi awal dari penurunan kondisi fisik secara drastis,"  kata Jeffrey.

Kasus tersebut langsung ditangani melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), sebuah sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre. Layanan ini membantu mempercepat proses evaluasi dan penanganan medis secara
terkoordinasi.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dirawat, Popo menjalani prosedur bipolar
hemiarthroplasty, yaitu operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk meminimalkan waktu operasi dan mengurangi tekanan fisik pada tubuh pasien lansia.

Operasi dilakukan menggunakan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total guna mengurangi risiko komplikasi, dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.

Hasilnya pun sangat cepat. Keesokan harinya atau 48 jam usai operasi, ia sudah dapat berdiri dan mulai melangkah dengan bantuan tim rehabilitasi.

Pada usia 102 tahun, Popo tercatat sebagai pasien tertua yang menjalani operasi di SMC dan diyakini menjadi salah satu pasien operasi pinggul tertua di Asia Tenggara.

Jeffrey menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan tidak hanya bergantung pada tindakan operasi, tetapi juga dukungan keluarga yang sangat kuat. Selama masa pemulihan, Popo didampingi keluarga yang terus memberikan semangat.

"Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya,"  ujar Popo kepada keluarganya.***

#Kesehatan

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index