Pekanbaru (Sangkala.id)-Kepedulian industri hulu migas terus mengalir untuk korban banjir di Sumatera. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menyalurkan bantuan tahap ketiga (Batch III) bagi masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyaluran ini menjadi rangkaian lanjutan sejak awal Desember 2025 dengan total nilai bantuan lebih dari Rp5 miliar. Tahap pertama menyalurkan Rp1,9 miliar, tahap kedua Rp2,3 miliar, dan tahap ketiga sebesar Rp756 juta. Fokus utama Batch III mencakup pemenuhan kebutuhan kesehatan serta bantuan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan bayi baru lahir.
"Kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Bantuan ini bukan sekadar materi, tapi bentuk nyata kepedulian untuk memulihkan kondisi sosial dan kesehatan warga," ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, C.W. Wicaksono.
Total bantuan di Aceh sejak Batch I hingga III mencapai Rp1,9 miliar. Tahap ketiga menjangkau Kabupaten Aceh Timur, Bireun, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.
Selain paket dignity kit, SKK Migas dan KKKS memberikan layanan pemeriksaan kesehatan untuk bayi dan lansia, melengkapi bantuan sebelumnya yang berupa sembako, selimut, perlengkapan ibadah, hingga alat dapur umum.

Penyaluran di Aceh didukung sejumlah KKKS seperti KSO PEP–GWN Krueng Raya, Jadestone Energy, Medco E&P Lematang, hingga INPEX Masela Ltd.
Di Sumatera Utara, total bantuan mencapai Rp1,6 miliar. Batch III difokuskan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, wilayah yang terdampak banjir akibat curah hujan ekstrem.
Fokus bantuan tetap pada layanan kesehatan dan kelompok rentan. Penyaluran tahap ini mendapat dukungan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field.
Bantuan di Sumatera Barat menembus Rp1,4 miliar. Batch III menjangkau Kabupaten Agam, mencakup Bawan, Malalak, dan Maninjau.
Selain layanan kesehatan, masyarakat menerima paket kebutuhan dasar dan alat pendukung pengungsian. Program ini melibatkan KKKS seperti Eni Muara Bakau B.V., JOB Pertamina–Medco E&P Simenggaris, hingga CITIC Seram Energy Limited.
Pada tahap ketiga, SKK Migas menggandeng DoctorShare sebagai mitra kemanusiaan, melanjutkan kolaborasi sebelumnya dengan Relawan Nusantara dan Medco Foundation.
Wicaksono menegaskan sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan lembaga kemanusiaan akan terus diperkuat agar setiap bantuan tepat sasaran.
"Semangat kolaborasi ini menjadi bukti bahwa industri hulu migas tak hanya beroperasi, tapi juga hadir untuk masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.***