Meranti (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mempertegas kolaborasi strategis dengan PT RAPP dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan dan percepatan penanganan stunting di Meranti.
Komitmen ditegaskan dalam Stakeholder Meeting Program Kesehatan PT RAPP di Ballroom Afifa Center, Selatpanjang, Kamis (12/2/2026), yang menjadi forum evaluasi program 2025 sekaligus perumusan strategi 2026.
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia.
"Kesehatan adalah dasar membentuk SDM yang produktif dan berdaya saing. Sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus tepat sasaran dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada 2026, program akan difokuskan di dua kecamatan mencakup 20 desa, 52 Posyandu, serta dua puskesmas di Teluk Belitung dan Bandul. Fokus utama adalah penguatan intervensi stunting serta peningkatan layanan kesehatan berbasis desa.
Community Development Head PR RAPP Leohansen Simatupang menyebut program tersebut merupakan tindak lanjut perencanaan akhir 2025 dengan pendekatan kolaboratif bersama Pemkab Meranti.
"Kami berkomitmen tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Kepulauan Meranti," katanya.
Selain intervensi stunting, agenda 2026 juga mencakup workshop edukasi kesehatan berbasis pendekatan agama guna meningkatkan kesadaran masyarakat secara sosial-kultural.
Kolaborasi Pemkab Kepulauan Meranti dan PT RAPP ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting, memperkuat peran Posyandu, serta meningkatkan akses layanan kesehatan desa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan.***(asril)