Menyusuri Riak Air dan Tradisi di Bathing Carnival Bhutan

Kamis, 24 September 2026 | 10:18:35 WIB

Thimphu (Sangkala.id)-Bhutan kembali menggelar Bathing Carnival Bhutan (BCB). Festival wisata berbasis air, budaya dan petualangan itu dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Telung, Nganglam, PemaGatshel, Bhutan bagian timur.

Departemen Pariwisata Bhutan bersama Administrasi PemaGatshel Dzongkhag menyiapkan BCB sebagai perayaan tiga hari yang memadukan rekreasi air, olahraga, hiburan dan tradisi lokal.

Penyelenggaraan tahun kedua ini mempertimbangkan pelaksanaan Proyek 108 di Gelephu Mindfulness City (GMC). Mulai 2027, BCB direncanakan digelar setiap tahun pada 1–3 November di Telung, PemaGatshel.

Mengusung tema "Celebrating the Joy of Water", festival ini mengambil inspirasi dari tradisi Bhutan Thruebab, atau Hari Hujan Berkah. Dalam tradisi tersebut, air alami memiliki makna penting sebagai simbol kehidupan, penyucian diri, pembaruan, kesehatan dan kesejahteraan.

Bathing Carnival Bhutan kemudian mengemas nilai budaya itu dalam bentuk festival modern. Pengunjung diajak menikmati alam Telung sekaligus mengikuti berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat.

*. Adu Seru di Air

Sejumlah kegiatan air menjadi daya tarik utama. Di antaranya tarik tambang air, mandi bersama, perang air, lomba estafet ember berisi air hingga water balloon throwball.

Festival juga menghadirkan laser light show, fly fishing mahseer hunt dan bamboo mat dining. Berbagai permainan keterampilan seperti menembak balon dan lempar cincin turut disiapkan untuk pengunjung dari berbagai kelompok usia.

Tak hanya bermain air, pengunjung dapat menikmati pasar lokal dan menyaksikan langsung pembuatan kerajinan tradisional, termasuk Tsatshi Buram, permen gula khas setempat, serta Dung dan Jaling, alat musik tradisional Bhutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Valley Fruit Feast dan tarian bersama.

Dzongdag PemaGatshel, Singay Dorji, mengatakan penyelenggaraan kedua BCB diperkuat dengan tambahan aktivitas, hiburan dan program budaya.

"Bathing Carnival Bhutan berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa, menghadirkan kebahagiaan dan makna melalui alam serta perayaan kebersamaan," ujarnya.

Menurut Singay, festival tersebut sekaligus menjadi pintu bagi wisatawan untuk mengenal PemaGatshel yang dijuluki Lotus Valley, melalui alam, budaya dan kehidupan masyarakat lokal.

Dzongdag Mongar, Lungten Jamtsho, juga mengajak wisatawan menikmati sungai dan lanskap Bhutan bagian timur. Ia menyoroti kekayaan tradisi serta potensi fly fishing di kawasan tersebut.

Sementara itu, Direktur Departemen Pariwisata Bhutan Damcho Rinzin mengatakan Bathing Carnival Bhutan dikembangkan sebagai pengalaman wisata yang memadukan budaya, masyarakat, alam, olahraga dan hiburan.

Kolaborasi dengan PemaGatshel dan Mongar Dzongkhag, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menghadirkan festival yang melibatkan masyarakat lokal sekaligus memperkenalkan destinasi Bhutan bagian timur kepada wisatawan.

Melalui Bathing Carnival Bhutan, pemerintah Bhutan ingin membuka ruang bagi wisatawan menjelajahi destinasi di luar kawasan wisata yang selama ini dikenal. PemaGatshel ditawarkan sebagai kawasan dengan lanskap alam, tradisi dan kehidupan masyarakat yang masih kuat.

Festival selama tiga hari itu diharapkan menjadi agenda wisata yang mempertemukan rekreasi, budaya dan interaksi masyarakat dalam satu pengalaman di alam terbuka.***

Terkini