Tanggapi Isu Kenaikan Tarif Kapal, Bupati dan DPRD Meranti Kecewa Ketidakhadiran PT Pelnas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:42:01 WIB

Meranti (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menanggapi keresahan masyarakat terkait kenaikan tarif kapal yang dinilai sepihak oleh pengusaha pelayaran. Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar langsung menginstruksikan rapat koordinasi bersama pengusaha, legislatif, dan instansi terkait di Ruang Rapat Melati Kantor Bupati, Rabu (29/1/2026).

Rapat turut dihadiri Ketua DPRD H. Khalid Ali, Sekretaris Daerah Sudandri, Asisten II Irmansyah, Kepala Dinas Perhubungan Fahri, Kepala KSOP Meranti Capt. Derita Adi Prasetyo, Kasat Intel Polres Meranti, serta perwakilan TNI dan instansi lainnya.

Sekda Sudandri menegaskan, Bupati Asmar memberi perhatian penuh terhadap persoalan ini karena berdampak langsung pada masyarakat luas.

"Masalah kenaikan tarif kapal menjadi atensi Pak Bupati. Pemerintah wajib hadir untuk mencari solusi agar masyarakat tidak semakin terbebani, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit," ujarnya.

Pemkab berharap perusahaan pelayaran mempertimbangkan kembali keputusan menaikkan tarif, mengingat situasi ekonomi belum pulih sepenuhnya.

"Kami minta perusahaan bijak dalam mengambil keputusan dan mengedepankan kepentingan masyarakat," tambah Sudandri.

Sayangnya, rapat yang direncanakan untuk mencari solusi justru tertunda lantaran PT Pelnas Lestari Indo Bahari selaku pihak yang diundang tidak hadir tanpa alasan jelas. Ketidakhadiran tersebut memicu kekecewaan peserta, termasuk Ketua DPRD H. Khalid Ali.

"Kita sangat menyesalkan absennya pihak perusahaan tanpa konfirmasi. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas," tegas Khalid Ali.

Ia menyatakan DPRD akan memanggil ulang pihak perusahaan melalui Komisi II bersama OPD terkait untuk membahas solusi konkret.

Khalid juga mengusulkan agar perusahaan melakukan efisiensi operasional ketimbang menaikkan tarif.

"Untuk sementara, jumlah kapal bisa dikurangi agar biaya operasional lebih ringan. Kalau nanti penumpang sudah stabil, jadwal kapal bisa kembali normal. Yang penting jangan sampai masyarakat terlantar," sarannya.

Pemkab Meranti memastikan akan terus memantau perkembangan isu tarif kapal ini hingga ditemukan solusi yang adil bagi masyarakat dan pengusaha.***(asmar)

Terkini