Jakarta (Sangkala.id)-Anomali cuaca dan tekanan produksi tak menghalangi PTPN IV PalmCo mempertahankan mutu teh. Empat pabrik teh milik perusahaan itu memborong 14 penghargaan dalam The 4th National Tea Competition (NTC) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Kompetisi yang digelar Asosiasi Teh Indonesia (ATI) tersebut diikuti 32 perusahaan dengan 74 sampel teh. Penilaian dilakukan secara blind testing oleh dewan juri bersertifikasi internasional.
Sebanyak 14 penghargaan diraih Pabrik Tobasari, Bah Butong, Kayu Aro dan Danau Kembar.
Pada kategori teh hitam Orthodox, Tobasari meraih juara pertama Broken Pekoe (BP), juara kedua Pekoe Fannings (PF), serta juara ketiga Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST.
Bah Butong meraih juara kedua untuk BP, BOP dan BOPF serta juara ketiga PF. Danau Kembar meraih juara ketiga BP.
Di kategori Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Kayu Aro tampil sebagai juara pertama Fanning. Pabrik ini juga meraih juara kedua PD dan BP1 serta juara ketiga PF1 dan D1.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan menjaga mutu dari kebun hingga produk akhir.
"Standar operasional mulai dari pemetikan pucuk, pengolahan, sortasi hingga pengepakan dilakukan secara presisi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor," kata Jatmiko.
Direktur Operasional PTPN IV PalmCo Rediman Silalahi mengatakan prestasi itu diraih saat industri teh menghadapi fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca, termasuk kemarau panjang atau El Nino.
Kondisi iklim berdampak langsung pada kapasitas produksi teh nasional. PalmCo meresponsnya dengan penguatan mitigasi agronomi dan tata kelola produksi agar produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas daun teh.
“Penghargaan ini membuktikan intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat,” ujar Rediman.
NTC 2026 menjadi salah satu ajang pengujian mutu teh nasional sekaligus upaya memperkuat daya saing dan citra teh Indonesia di pasar global.***