Kampar (Sangkala.id)-Kebakaran di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, memaksa sejumlah pimpinan daerah turun langsung ke lokasi. Minggu (23/8/2026), Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu meninjau sekaligus membantu penanganan kebakaran.
Mereka datang saat personel gabungan masih berjibaku mengendalikan api. TNI, Polri, Brimob, BPBD dan Damkar dikerahkan untuk memadamkan sekaligus mendinginkan titik-titik yang masih menyimpan potensi api.
Peninjauan itu menandai respons lintas sektor menghadapi kebakaran yang berpotensi meluas. Pemerintah daerah dan aparat keamanan memastikan penanganan terus dilakukan hingga situasi dinyatakan aman.
Ahmad Yuzar mengatakan keselamatan warga dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas. Ia meminta seluruh unsur bergerak cepat agar api tidak menjalar ke kawasan sekitar.
“Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Pemerintah Provinsi Riau, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak cepat. Kita ingin api segera dipadamkan dan memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman,” kata Ahmad.
Kepala BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar Yuricho Efril turut mendampingi penanganan di lapangan.
Ahmad mengapresiasi petugas yang bekerja di tengah ancaman api. Menurut dia, penanganan kebakaran tidak bisa dibebankan kepada satu instansi.
“Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras di lapangan. Ini adalah kerja bersama dan membutuhkan sinergi dari seluruh pihak,” ujarnya.
Pemkab Kampar bersama Pemprov Riau dan Forkopimda akan memantau perkembangan kebakaran hingga seluruh titik api terkendali. Pemadaman dan pendinginan menjadi fokus untuk mencegah api kembali muncul.
Kebakaran di Rimbo Panjang kembali menguji kesiapan daerah menghadapi ancaman bencana. Di lapangan, koordinasi TNI, Polri, pemerintah dan tim penanggulangan bencana menjadi kunci agar api tidak berubah menjadi ancaman yang lebih besar bagi warga dan lingkungan.***(feb)