Bupati Afni Serukan Kesetiaan Siak pada NKRI

Bupati Afni Serukan Kesetiaan Siak pada NKRI

Siak (Sangkala.id)-Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, M.Si, menyerukan kepada generasi muda untuk menjaga kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan itu disampaikannya saat pengukuhan Paskibraka Kabupaten Siak.

Pengukuhan Paskibraka, tegas Afni, bukan sekadar seremoni maupun tentang seragam merah putih. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bagian dari proses membentuk generasi muda yang kelak meneruskan estafet kepemimpinan bangsa.

“Kegiatan ini bukan sekadar tentang jahitan merah dan putih pada seragam, bukan pula sekadar seremoni. Kami berharap dari hadapan kami malam ini akan lahir putra-putri terbaik bangsa yang kelak akan menggantikan kami,” ungkap Afni.

Bupati perempuan pertama di Siak itu juga meminta para Paskibraka menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pembinaan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi tugas Paskibraka pada 17 Agustus bukan hanya mengibarkan bendera, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada bangsa dan negara.

“Pada tanggal 17 Agustus, mata seluruh masyarakat akan tertuju kepada kalian. Setiap gerakan, setiap langkah, dan setiap sikap kalian ketika mengibarkan Sang Saka Merah Putih akan menjadi bagian dari penghormatan kita kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Afni mengaitkan momentum hari kemerdekaan dengan sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura. Katanya, pelaksanaan apel di depan Istana Siak Asserayah Hasyimiah
memiliki makna khusus karena Siak memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dan hubungan dengan NKRI.

Di tempat tersebut, Afni mengingatkan kembali semangat perjuangan Sultan Syarif Kasim II yang telah menyatakan kesetiaannya kepada Republik Indonesia dengan menyerahkan harta, benda dan tahta. 
“Anak cucu negeri Siak akan senantiasa setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Afni.

Karenanya mantan wartawan itu meminta para Paskibraka menanamkan Merah Putih dalam sanubari dan tidak pernah mengkhianati Indonesia.
“Jangan sekali-kali terlintas dalam pikiran untuk mengkhianati Indonesia. Sebab, apabila kita berkhianat kepada Indonesia, maka kita telah mengingkari jati diri dan sejarah negeri ini,” katanya.

Afni menyebutkan perjuangan Sultan Syarif Kasim II yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional harus menjadi teladan bagi generasi muda Siak. Karena Sultan Syarif Kasim II telah mengorbankan harta, tenaga dan pikiran demi perjuangan serta kepentingan Indonesia. Nilai perjuangan tersebut, harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Afni juga menegaskan bahwa para Paskibraka bukan hanya bertugas mengibarkan bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Mereka merupakan bagian dari generasi penerus yang dipersiapkan untuk melanjutkan kepemimpinan di masa depan.

“Kalian bukan semata-mata Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Kalian adalah anak-anak negeri yang kepada kalian kami titipkan harapan,” ujarnya.

Kabupaten Siak, sambung Afni, masih memiliki banyak putra-putri terbaik yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan.
“Kami yang hari ini sedang memegang amanah untuk memimpin negeri ini hanyalah sementara. Akan datang waktunya tongkat estafet kepemimpinan itu berpindah kepada generasi berikutnya. Dan siapa generasi berikutnya itu? Kalianlah orangnya,” ujar Afni.

Karena itu, Afni berpesan agar para Paskibraka menjalankan tugas dengan keberanian, tanggung jawab dan ketulusan. Harapannya,
pengibaran Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kebanggaan, persatuan dan kesetiaan masyarakat Siak kepada NKRI.

“Merah Putih bukan hanya sebuah bendera, tetapi simbol kebanggaan, persatuan, perjuangan, dan bukti sumpah setia kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Afni.***

#Pemerintahan

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index