Tak Mau Kerjasama Gelapkan MinyaKita, Alasan Pembunuhan Sopir Truk di Pekanbaru

Tak Mau Kerjasama Gelapkan MinyaKita, Alasan Pembunuhan Sopir Truk di Pekanbaru

Pekanbaru (Sangkala.id)-Kasus tewasnya sopir truk pengangkut MinyaKita di Jalan SM Amin, Pekanbaru, akhirnya terungkap. Korban bernama Hery Supardi (55) ternyata dibunuh rekan kerjanya sendiri karena menolak diajak menggelapkan muatan minyak goreng yang dibawa dari Medan menuju Lampung.

Polisi telah menangkap tiga pelaku, sementara satu lainnya masih buron. Para pelaku diketahui berkomplot merancang skenario perampokan untuk menutupi aksi pembunuhan tersebut.

Kapolresta Pekanbaru, Muharman mengatakan, komplotan pelaku berjumlah empat orang dengan pelaku utama berinisial FG.

"Komplotan keseluruhan berjumlah empat orang. FG sebagai otak pelaku utama, kemudian ZN, AS, dan satu orang lagi berinisial AN yang saat ini masih DPO," kata Muharman, Minggu (24/5/2026).

Polisi menangkap FG di wilayah Binjai pada 21 Mei 2026. Sehari kemudian, pelaku ZN ditangkap di Langkat, Sumatera Utara, sedangkan AS diamankan di Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Dari hasil penyelidikan, FG ternyata merupakan sopir truk ekspedisi yang bekerja bersama korban. Ia diduga merencanakan penggelapan muatan MinyaKita untuk dijual kembali demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Namun rencana tersebut ditolak korban. Penolakan itulah yang diduga memicu aksi pembunuhan sadis tersebut.

"Pelaku utama FG ini sopir truk ekspedisi bersama korban. Niat awalnya ingin menggelapkan isi muatan, tetapi korban tidak mau. Karena itu FG berkomplot membuat skenario seolah-olah terjadi perampokan," ungkap Kapolresta.

Untuk melancarkan aksinya, FG mengajak rekan-rekannya menghabisi korban. Hery kemudian diikat dan dilakban hingga akhirnya ditemukan tewas di dalam truk.

Polisi memastikan motif pembunuhan dilatarbelakangi persoalan ekonomi dan upaya menguasai barang muatan.

"Motifnya ingin menguasai barang untuk dijual kembali atau motif ekonomi. Namun barang-barang itu belum sempat dijual para pelaku," jelas Muharman.

Kasus ini sebelumnya menggegerkan warga Pekanbaru setelah korban ditemukan tewas di sebuah bengkel di Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Minggu (3/5/2026) siang. Saat ditemukan, tangan korban terikat dan wajahnya dilakban di dalam mobil truk pengangkut MinyaKita.

Korban diketahui bernama Hery Supardi, warga Cilincing, Jakarta. Polisi masih memburu satu pelaku lain berinisial AN yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).***

#Hukum

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index