RAPP Revitalisasi SDN 17 Teluk Lanus, Buka Harapan Baru Pendidikan Pesisir

Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:56:34 WIB

Siak (Sangkala.id)-Harapan warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, untuk memiliki fasilitas pendidikan yang lebih layak mulai terwujud. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mendukung revitalisasi SD Negeri 17 Teluk Lanus yang sebelumnya mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas dan bangunan sekolah.

Revitalisasi yang terealisasi Kamis (1/10/2026) mencakup sembilan ruang belajar dan satu bangunan kantor. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan RAPP terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus memperkuat kolaborasi perusahaan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Kondisi SD Negeri 17 Teluk Lanus mendapat perhatian Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., saat berkunjung dan menginap di Kampung Teluk Lanus beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan dengan masyarakat, perbaikan sarana pendidikan menjadi salah satu aspirasi utama warga.

Penghulu Teluk Lanus Irwan Syahroni menyambut terealisasinya revitalisasi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Siak dan RAPP yang ikut mendorong perbaikan fasilitas sekolah.

"Alhamdulillah, hari itu terwujud. Saya mewakili masyarakat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Bupati dan RAPP atas dukungannya sehingga revitalisasi gedung sekolah SD Negeri 17 Teluk Lanus terwujud," kata Irwan.

SD Negeri 17 Teluk Lanus sebelumnya belum pernah mendapatkan revitalisasi sejak dibangun pada masa pemerintahan Bupati Siak Arwin AS. Seiring waktu, kondisi sejumlah ruang kelas dan bagian bangunan mulai memprihatinkan.

Bagi RAPP, dukungan terhadap revitalisasi sekolah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. General Manager Senior Stakeholder Relations (SHR) PT RAPP Wan Mohd Jakh Anza mengatakan, pembangunan yang inklusif menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan di tengah masyarakat.

"Kami memiliki visi maju dan tumbuh berkembang bersama masyarakat, salah satunya pembangunan yang inklusif," ujarnya.

Afni mengatakan keterbatasan anggaran daerah akibat efisiensi APBD tidak boleh menghentikan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Persoalan kondisi sekolah kemudian dibawa dalam komunikasi dengan manajemen RAPP di Jakarta hingga dukungan perusahaan dapat direalisasikan.

"Ini kondisinya di tengah APBD efisiensi, namun kita tidak boleh menyerah. Pasti masih ada jalan lain dan orang-orang baik yang membantu kita," ujar Afni.

Revitalisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan. Lingkungan sekolah yang lebih layak diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus semangat siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Selain dukungan dunia usaha, Pemerintah Kabupaten Siak juga mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat untuk revitalisasi sekolah. Tahun ini, sebanyak 74 sekolah jenjang TK, SD dan SMP di Kabupaten Siak dilaporkan memperoleh program revitalisasi dengan nilai sekitar Rp64 miliar.

Afni mengingatkan kepala sekolah untuk terus memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data yang akurat dinilai penting agar kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat terpetakan serta menjadi dasar pengusulan program pembangunan.

Para penghulu juga diminta ikut memastikan sekolah di wilayah masing-masing memperbarui data pendidikan secara berkala.

"Kolaborasi seperti ini sangat membantu mewujudkan layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang memadai," kata Afni.***

Terkini