Gudang Bulog Selatpanjang Dikebut, Meranti Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:06:56 WIB

Jakarta (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mempercepat pembangunan Gudang Perum Bulog di Selatpanjang. Fasilitas ini disiapkan untuk memperkuat cadangan pangan, memangkas jalur distribusi antar-pulau, dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Rencana tersebut dibahas Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama jajaran Perum Bulog di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Asmar datang bersama Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali, Wakil Ketua I DPRD Jack Ardiansyah, jajaran asisten, staf ahli, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. Rombongan diterima Wakil Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq.

Bulog menyambut positif usulan pembangunan gudang tersebut. Lahan yang sudah disiapkan Pemkab Meranti akan diarahkan sebagai fasilitas pascapanen, pusat penyerapan, pengolahan, dan penyimpanan hasil pertanian.

"Fasilitas ini akan menjadi pusat penyerapan, pengolahan, dan penyimpanan hasil panen petani lokal," kata Marga.

Menurut dia, gudang modern dapat menekan kehilangan hasil panen, menjaga harga di tingkat petani, dan meningkatkan kualitas komoditas pangan. Bulog juga mendorong percepatan perizinan dan penataan ruang agar pembangunan segera terealisasi.

Asmar menilai gudang Bulog mendesak bagi Meranti. Wilayah ini terdiri atas 12 pulau kecil dan berada di kawasan strategis Indonesia-Malaysia-Singapura Growth Triangle (IMS-GT). Kondisi geografis membuat distribusi bahan pokok menghadapi tantangan biaya dan waktu.

Meranti juga masih bergantung pada pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah. Distribusi beras SPHP dan MinyaKita saat ini mengandalkan gudang Bulog di Bengkalis dan Siak.

Asmar menyebut angka kemiskinan Meranti mencapai 20,51 persen pada 2025. Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025 Badan Pangan Nasional, Meranti memiliki indeks keterjangkauan, pemanfaatan, dan ketahanan pangan terendah di Riau serta berada di peringkat 428 secara nasional.

Di sisi lain, Meranti memiliki potensi pertanian dan perikanan besar. Sagu menjadi komoditas utama, disusul kelapa, karet, kopi, pinang, dan budidaya kakap putih.

Pemkab Meranti telah menyiapkan dan menghibahkan lahan strategis di kawasan Jalan Lingkar Dorak. Lokasi itu masuk RDTR Kawasan Perkotaan Selatpanjang 2025–2044 dan diperuntukkan bagi kawasan transportasi serta pergudangan.

Rencana pembangunan gudang merupakan tindak lanjut nota kesepakatan sinergi Pemkab Meranti dan Perum Bulog pada 15 Desember 2025. Kerja sama diperkuat melalui kesepakatan penyediaan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat serta ASN di Batam pada 6 Februari 2026.

Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali mendukung percepatan proyek tersebut. Gudang Bulog dinilai dapat memperkuat cadangan pangan, memperlancar logistik antar-pulau, mengendalikan inflasi, dan mengurangi risiko kelangkaan bahan pokok.***(asril)

Terkini