Naas, Pemancing Diterkam Buaya di Dumai, Ditemukan Tewas Hari Kedua Pencarian

Senin, 20 Juli 2026 | 09:02:45 WIB

Dumai (Sangkala.id)-Tim SAR Gabungan menemukan IK alias Ajib, 21 tahun, dalam kondisi meninggal dunia setelah diterkam buaya di Muara Sungai Mampu, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Minggu (19/7/2026) pukul 09.13 WIB. Korban ditemukan sekitar 600 meter dari lokasi kejadian setelah pencarian memasuki hari kedua.

Peristiwa bermula pada Sabtu (18/7/2026) saat korban memancing bersama rekannya di Muara Sungai Mampu, dekat PT SDO, ketika air pasang. Saat hendak menyeberangi sungai, korban sempat diperingatkan rekannya agar tidak menyeberang. Namun peringatan itu diabaikan.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, saat korban berada di tengah sungai, seekor buaya muncul dari semak di tepi sungai dan diduga langsung menerkam korban. Korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum menghilang.

Rekan korban sempat terjun ke sungai untuk melakukan penyelamatan, tetapi korban tidak ditemukan. Kejadian kemudian dilaporkan ke keluarga dan Polsek Sungai Sembilan, lalu diteruskan ke Basarnas Pekanbaru.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Siaga SAR Dumai mengerahkan lima personel menuju lokasi yang berjarak sekitar 18 kilometer. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran permukaan sungai dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian sesuai rencana operasi.

"Korban berhasil ditemukan pada pukul 09.13 WIB dalam kondisi meninggal dunia sekitar 600 meter dari lokasi kejadian," kata Budi.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sungai Sembilan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.

Budi mengapresiasi sinergi Tim Rescue Unit Siaga SAR Dumai, Polsek Sungai Sembilan, Pemadam Kebakaran, petugas keamanan PT SDO, masyarakat, serta unsur potensi SAR lainnya selama proses pencarian. Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat satwa liar demi menghindari kejadian serupa.***

Terkini