Membangun Wisata Lewat Tepian Batang Mandau, Tonggak Sejarah Desa Balai Pungut

Membangun Wisata Lewat Tepian Batang Mandau, Tonggak Sejarah Desa Balai Pungut
Tepian Sungai Mandau dengan Ikon Tugu Tumpeng

Bengkalis (Sangkala.id)-Tepian Batang Mandau bukan sekedar hamparan tepian sungai. Di balik air berwarna kecoklatan yang mengalir, kawasan ini menyimpan jejak panjang sejarah Balai Pungut sekaligus harapan baru bagi ekonomi masyarakat.

Dari Jalan Lintas Duri-Minas, perjalanan menuju lokasi ditempuh melalui jalan hotmix sejauh sekitar 5,1 kilometer, melewati kawasan Tandun GS Pertamina Hulu Rokan (PHR). Kantor Desa Balai Pungut menjadi penanda sebelum pengunjung memasuki kawasan wisata.

Dari halaman kantor desa, sebuah Tugu Tumpeng berwarna kuning dengan hiasan telur langsung menarik perhatian. Semakin mendekat ke Tepian Batang Mandau, pondok-pondok kecil berdiri di kanan-kiri jalan sebagai tempat beristirahat. Deretan konter UMKM juga menyambut pengunjung di sisi kiri pintu masuk.

Sekretaris Desa Balai Pungut, Surya AK SE, Rabu (9/9/2026), menuturkan kawasan Tepian Batang Mandau mulai dijadikan objek wisata pada 2020, saat pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, Kepala Desa Balai Pungut dijabat Muhammad Asisi.

Seiring waktu, tepian sungai yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal mulai ditata sebagai ruang wisata. Lomba sampan digelar setiap tahun. Tradisi Balimau Kasai juga menjadi agenda budaya saat menyambut bulan Ramadan.

Namun, daya tarik kawasan ini bukan hanya wisata air dan budaya. Balai Pungut memiliki cerita panjang yang melekat dengan sejarah masyarakat Melayu Sakai.

Nama Balai Pungut dipercaya berkaitan dengan makna “tempat pemungutan pajak”. Desa di Kecamatan Pinggir ini dikenal sebagai salah satu kawasan tua masyarakat Melayu Sakai.

Tepian Batang Mandau juga menyimpan jejak sejarah perminyakan. Di kawasan ini terdapat lokasi pengeboran minyak pada masa kolonial Belanda. Kini, Monumen Nederland Petroleum berdiri sebagai penanda sejarah awal industri perminyakan di Riau.

Sungai Mandau sendiri menjadi salah satu akses penting menuju Desa Balai Pungut. Dari sungai inilah potensi wisata air kemudian dikembangkan, berdampingan dengan wisata sejarah dan budaya.

Transformasi itu semakin terlihat setelah adanya pendampingan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan dukungan perusahaan diarahkan untuk mengangkat potensi sejarah, alam dan budaya Melayu sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Sejak 2025, PHR mendukung event aktivasi Tepian Batang Mandau yang digelar setiap tahun. Dukungan juga mencakup pembentukan dan penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Desa (RIPARDES) serta pelatihan hospitality dan manajemen wisata.

Fasilitas wisata turut diperkuat. PHR membantu tiga sampan wisata, perbaikan enam outlet UMKM, tiga signage sejarah dan enam fasilitas tempat sampah.

Ketua Pokdarwis Balai Pungut, Erwin, menyebut pendampingan tersebut membuat pengelolaan wisata semakin tertata. Sebelum pendampingan PHR, kawasan wisata sudah dibuka masyarakat. Setelah Pokdarwis terbentuk dan kapasitas pengelola ditingkatkan, pengembangan wisata berjalan lebih terarah.

Saat ini terdapat enam UMKM yang menjalankan usaha setiap hari. Di luar itu, pelaku UMKM musiman ikut bergerak ketika event wisata digelar.

Dampaknya mulai terasa. Aktivitas wisata dan potensi omzet UMKM lokal diperkirakan mencapai Rp35 juta per bulan. Program tersebut juga telah memberikan manfaat langsung kepada 112 penerima manfaat.

Lebih jauh, pengembangan kawasan turut diarahkan pada pelestarian lebih dari 300 hektare hutan adat dan ekosistem sungai. Potensi kunjungan wisatawan lokal diperkirakan menembus lebih dari 10 ribu kunjungan secara kumulatif setiap bulan.

Bagi Pemerintah Desa, Tepian Batang Mandau bukan sekadar tempat singgah. Kawasan ini adalah ruang untuk merawat sejarah sekaligus membuka pintu ekonomi baru.

Sekretaris Desa berharap dukungan dan pendampingan perusahaan dapat terus berlanjut. Dengan penguatan BUMDes dan pengelolaan yang konsisten, Tepian Batang Mandau diharapkan tidak hanya ramai saat lomba sampan atau event budaya, tetapi menjadi destinasi yang membuat pengunjung betah, datang kembali dan membelanjakan uangnya di desa.***(jin)

#Pariwisata

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index