RAPP dan Koperasi Wana Lestari Kampar Kiri Perkuat Konservasi Hutan Berbasis Masyarakat

RAPP dan Koperasi Wana Lestari Kampar Kiri Perkuat Konservasi Hutan Berbasis Masyarakat

Kampar (Sangkala.id)-PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bersama Koperasi Wana Lestari Kampar Kiri menandatangani Nota Kesepahaman Program Konservasi Bersama Masyarakat atau Community Conservation Program (CCP) di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kampar Kiri, Sungai Pagar, Kamis (11/6/2026). Kerja sama itu menjadi langkah memperkuat pelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

Kesepahaman berdurasi lima tahun tersebut menitikberatkan pada pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat. Program ini juga mendukung pengembangan usaha produktif sebagai sumber pendapatan alternatif bagi warga.

General Manager Stakeholder Relations RAPP, Wan Mohammad Jakh Anza, mengatakan kolaborasi itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, sinergi antara pemerintah, kelompok tani hutan, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kelestarian kawasan hutan.

CCP merupakan pengembangan dari Program Desa Bebas Api yang dijalankan sejak 2014 untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Riau. Sejak diterapkan pada 2022, program tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Pelalawan, Teluk Meranti, Kampung Penyengat, Desa Pulau Muda, Koperasi Tasik Bersatu Sejahtera, serta tiga Kelompok Tani Hutan di Desa Balung.

Melalui kerja sama ini, berbagai kegiatan akan dilaksanakan, mulai dari patroli hutan partisipatif, pemasangan papan informasi, penanaman untuk restorasi ekosistem, hingga pengembangan usaha hortikultura, perikanan, dan peternakan. Program juga dilengkapi pelatihan serta pendampingan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola hutan dan usaha ramah lingkungan.

Kepala UPT KPH Kampar Kiri, Dewi Handayani, menilai nota kesepahaman tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konservasi berbasis kolaborasi. Menurutnya, pengelolaan hutan yang baik tidak hanya menjaga fungsi ekologis, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

Melalui kemitraan ini, RAPP dan Koperasi Wana Lestari Kampar Kiri berharap upaya konservasi berbasis masyarakat di Riau semakin kuat serta mampu mendukung target FOLU Net Sink 2030 sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan.***

#Lingkungan

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index