Produksi 800 Telur per Hari, Lapas Pekanbaru Jadikan Warga Binaan Penggerak Ketahanan Pangan

Produksi 800 Telur per Hari, Lapas Pekanbaru Jadikan Warga Binaan Penggerak Ketahanan Pangan

Pekanbaru (Sangkala.id)-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengembangkan peternakan ayam petelur yang kini mampu menghasilkan sekitar 800 butir telur per hari.

Program pembinaan kemandirian itu menjadi bagian dukungan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif, Kamis (11/6).

Peternakan ayam petelur tersebut dikelola dengan melibatkan warga binaan secara langsung, mulai dari perawatan ternak hingga pengelolaan hasil produksi. Selain menghasilkan pangan, program ini juga menjadi sarana pembentukan kemandirian dan etos kerja.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan capaian produksi telur merupakan implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di sektor ketahanan pangan.

Menurut dia, pemanfaatan lahan terbatas dengan dukungan kandang modern mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberi keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas.

"Produksi telur ini menunjukkan program pembinaan kemandirian berjalan produktif dan berkelanjutan. Warga binaan tidak hanya belajar beternak, tetapi juga dipersiapkan agar mampu mandiri saat kembali ke masyarakat," kata Yuniarto.

Salah seorang warga binaan, Baner, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Selain menambah pengetahuan di bidang peternakan, program itu juga membangun kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah masa pidana berakhir.

"Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan. Ini menjadi bekal untuk memulai usaha dan hidup mandiri setelah bebas nanti," ujarnya.

Lapas Pekanbaru menargetkan program peternakan ayam petelur terus berkembang menjadi unit pembinaan unggulan. Hasil produksi tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat sekitar.

Program ini menjadi salah satu upaya Lapas Pekanbaru mengubah pola pembinaan dari sekadar menjalani masa hukuman menjadi proses pemberdayaan yang menghasilkan keterampilan, produktivitas, dan nilai ekonomi bagi warga binaan.***

#Ekonomi

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index