Meranti Darurat Sampah, Pemerintah Jangan Cuma Andalkan Papan Larangan

Meranti Darurat Sampah, Pemerintah Jangan Cuma Andalkan Papan Larangan
Sampah masyarakat menumpuk di pinggiran jalan

Meranti (Sangkala.id)-Persoalan sampah di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menjadi sorotan. Sampah menumpuk di sejumlah titik kota dinilai bukan lagi sekadar masalah kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat dan wajah daerah.

Setiap hari, volume sampah terus bertambah. Dari satu rumah tangga saja, rata-rata menghasilkan sedikitnya dua kantong plastik sampah ukuran lima kilogram per hari. Jumlah itu belum termasuk sampah dari rumah makan, pedagang sate, bakso, pasar ikan, hingga pedagang ayam yang tersebar di berbagai wilayah.

Kondisi tersebut membuat persoalan sampah seolah tidak pernah selesai. Bau menyengat masih mudah ditemui di beberapa sudut kota, terutama di kawasan pasar dan lokasi pembuangan liar yang kerap dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga.

Pemerhati lingkungan, Amir Hasan, menilai pemerintah daerah harus berhenti hanya mengandalkan papan larangan membuang sampah tanpa solusi nyata di lapangan.

"Percuma pasang plang ‘Dilarang Membuang Sampah’. Paling bertahan dua atau tiga hari. Setelah itu warga buang lagi di tempat yang sama karena memang tidak tersedia fasilitas tempat sampah," tegas Amir Hasan saat ditemui, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat jika fasilitas dasar pengelolaan sampah belum tersedia secara merata. Ia menyebut persoalan utama saat ini bukan hanya rendahnya kesadaran warga, tetapi juga minimnya sarana pendukung yang disediakan pemerintah.

"Selama tong sampah belum ada di setiap rumah warga, jangan salahkan masyarakat kalau masih buang sampah sembarangan. Pemerintah harus hadir memberi solusi, bukan hanya larangan," ujarnya.

Amir Hasan juga mengkritik pola penanganan sampah yang dinilai masih bersifat reaktif. Pemerintah baru terlihat sibuk turun ke lapangan saat sampah sudah menumpuk dan menuai keluhan masyarakat.

"Jangan tunggu sampah menggunung baru camat dan lurah turun. Penanganan sampah harus serius dan berkelanjutan," katanya.

Ia meminta pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tong sampah bagi masyarakat. Langkah itu dinilai jauh lebih penting dan menyentuh kebutuhan dasar warga dibanding proyek lain yang tidak berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan.

Menurutnya, kebersihan daerah merupakan cerminan wajah sebuah kota maupun kabupaten. Bahkan kota besar seperti Jakarta saja masih menghadapi persoalan serius terkait sampah. Karena itu, Meranti harus memiliki langkah konkret agar persoalan serupa tidak semakin parah.

"Kalau memang ingin Meranti bersih, indah, dan sehat, mulailah dari hal paling dasar. Sediakan tempat sampah untuk masyarakat," tutup Amir Hasan.***(asril)

#Lingkungan

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index