Rohul (Sangkala.id)-Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Surau Suluk Kuala Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, saat peringatan Haul ke-64 Allah Yarham Syekh Ma’sum Tambusai Al-Khalidi Naqsyabandiyah digelar, Jumat (6/6/2025). Tradisi tahunan ini kembali menjadi magnet spiritual yang menyatukan ulama, umara, dan masyarakat dalam mengenang jasa seorang tokoh besar penyebar dakwah Islam di Negeri Seribu Suluk.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM, Anggota DPD RI Saiwitri, unsur DPRD Rohul, perwakilan Polres Rohul, Kepala Bappeda Drs. H. Yusmar, M.Si, Plt Kadis PUPR H. Zulkifli, ST, Camat Tambusai Muammer Ghadafi, serta Kepala Desa Sei Kumango Ali Usin dan tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran Bupati Anton bersama rombongan disambut penuh penghormatan oleh Tuan Guru Tarekat Naqsyabandiyah Kuala Tambusai, KH. Khairul Saleh. Dalam prosesi sakral, Bupati menerima pemasangan sorban sebagai simbol penghormatan dan kedekatan antara pemerintah daerah dengan kalangan ulama.
Syekh Ma’sum Tambusai dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam menyebarkan ilmu tasawuf dan memperkuat dakwah Islam melalui tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Rokan Hulu. Karena itu, haul ini tidak hanya menjadi agenda mengenang wafatnya seorang alim ulama, tetapi juga ruang menanamkan kembali nilai perjuangan, keteladanan, dan kecintaan terhadap ilmu agama.
Dalam sambutannya, Bupati Anton menegaskan bahwa perjuangan Syekh Ma’sum harus menjadi inspirasi generasi masa kini, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Beliau telah menunjukkan keistiqamahan, keteguhan iman, serta kecintaan yang tinggi terhadap ilmu dan umat. Ini harus menjadi teladan bagi kita semua, terutama generasi muda," tegas Anton.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menjaga identitas religius masyarakat melalui pelestarian budaya suluk dan penguatan sarana keagamaan.
"Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan nilai-nilai keislaman, termasuk rehabilitasi dan pembangunan surau suluk, bantuan keagamaan, serta pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter," ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti menyebut haul ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Rokan Hulu masih memegang teguh warisan spiritual para ulama terdahulu dan menjadikannya bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Sei Kumango Ali Usin turut menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan kepada pemerintah daerah, di antaranya pembangunan madrasah surau suluk, turap, rumah singgah, jembatan penghubung antar desa, serta drainase di sekitar kawasan surau.
Menanggapi hal itu, usai kegiatan haul, Bupati dan Wakil Bupati langsung meninjau lokasi pembangunan. Dari hasil peninjauan disepakati bahwa tahap awal pembangunan akan difokuskan pada madrasah surau suluk, rumah singgah, dan drainase.
"Kita akan realisasikan secara bertahap. Dalam waktu dekat fokus utama adalah sarana dasar yang menunjang kegiatan spiritual dan pendidikan keagamaan di Surau Suluk ini," kata Bupati Anton.
Untuk rumah singgah, pemerintah akan mengusulkannya melalui jalur DPD RI, sementara pembangunan drainase dengan estimasi anggaran Rp200 juta direncanakan melalui pokok-pokok pikiran DPRD Rohul.
Haul ke-64 Syekh Ma’sum Tambusai menjadi penegas bahwa sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat di Rokan Hulu masih terjalin kuat. Dari Surau Suluk Kuala Tambusai, semangat menjaga warisan Islam dan membangun generasi berkarakter kembali digaungkan untuk masa depan Bumi Seribu Suluk.***(joh)