Pekanbaru (Sangkala.id)-Komitmen pemberantasan Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba) kembali ditegaskan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru. Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, menyebut upaya merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar dalam menjaga marwah pemasyarakatan.
Penegasan itu disampaikan Yuniarto pada apel pagi yang diikuti seluruh jajaran petugas, Senin (13/04). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan disiplin sekaligus konsolidasi internal dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
Yuniarto menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem pengamanan sebagai langkah antisipatif di dalam lapas. Ia meminta seluruh petugas tidak lengah dan selalu mengedepankan deteksi dini.
"Kita harus terus memperkuat pengamanan dan meningkatkan deteksi dini terhadap segala potensi gangguan. Laksanakan tugas sesuai prosedur dan jangan lengah dalam setiap situasi," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pemberantasan Halinar merupakan prioritas utama yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran, tanpa kompromi. Menurutnya, keberadaan handphone ilegal, praktik pungli, maupun peredaran narkoba menjadi ancaman serius terhadap stabilitas keamanan di dalam lapas.
Yuniarto juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas petugas. Disiplin dan tanggung jawab disebut sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik harus berjalan seiring dengan sistem keamanan yang kuat.
"Pelayanan dan keamanan harus berjalan beriringan. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan akan semakin meningkat," ujarnya.***