Pekanbaru (Sangkala.id)-Senja Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru terasa berbeda. Di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan itu, suasana hangat penuh haru menyelimuti halaman lapas saat warga binaan duduk berdampingan dengan keluarga mereka untuk berbuka puasa bersama.
Momen kebersamaan ini menjadi bagian dari program khusus Ramadan yang digagas pihak lapas, Senin (9/3). Untuk pertama kalinya, kegiatan buka puasa bersama digelar dengan menghadirkan keluarga warga binaan secara langsung di dalam lingkungan lapas.
Di tengah suasana penuh kehangatan, beberapa warga binaan terlihat berbincang ringan dengan anak dan pasangan mereka. Ada yang saling bertukar cerita, ada pula yang hanya tersenyum menahan haru setelah sekian waktu tidak menikmati momen sederhana seperti berbuka puasa bersama keluarga.
Kegiatan ini menjadi simbol pendekatan baru dalam pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek pengamanan, tetapi juga kemanusiaan dan pembinaan.
Kepala Lapas Pekanbaru Yuniarto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen lapas dalam menghadirkan pelayanan yang lebih humanis selama bulan suci Ramadan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kembali kehangatan kebersamaan antara warga binaan dan keluarga. Dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembinaan agar mereka memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya.
Tak hanya menyediakan ruang kebersamaan, pihak lapas juga menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi para pengunjung. Tim dari Klinik Pratama Lapas Pekanbaru membuka pemeriksaan kesehatan bagi keluarga warga binaan yang datang, sebagai bentuk perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan para tamu.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Pekanbaru untuk menghadirkan pelayanan yang lebih terbuka dan ramah bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan agar tetap memiliki ikatan emosional dengan keluarga.
Bagi sebagian warga binaan, momen berbuka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menjadi pengingat bahwa di luar tembok lapas, ada keluarga yang tetap menunggu dan berharap mereka kembali dengan kehidupan yang lebih baik.
Melalui kegiatan seperti ini, Lapas Pekanbaru berharap Ramadan tidak hanya menjadi waktu ibadah, tetapi juga momentum memperkuat harapan, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kekeluargaan bagi setiap warga binaan.***