Dari Sampah Jadi Energi, Pekanbaru Siapkan Listrik 3 MW dari TPA Muara Fajar

Dari Sampah Jadi Energi, Pekanbaru Siapkan Listrik 3 MW dari TPA Muara Fajar

Pekanbaru (Sangkala.id)-Persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Pekanbaru mulai diarahkan menjadi sumber energi. Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Kepolisian Daerah Riau menggagas penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) di TPA Muara Fajar dengan memanfaatkan gas metana dari timbunan sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk mengubah wajah pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi Riau. Selama ini, penumpukan sampah di TPA menjadi persoalan klasik yang terus berulang seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan terobosan untuk mengubah cara pandang terhadap sampah.

"Selama ini sampah selalu dipandang sebagai masalah. Melalui teknologi Waste to Energy, kita ingin mengubah paradigma bahwa sampah juga memiliki potensi ekonomi dan energi," ujar Agung.

Melalui proyek tersebut, gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah di TPA Muara Fajar akan ditangkap dan diolah menjadi listrik melalui pembangkit tenaga biogas. Kapasitas listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 3 megawatt dengan produksi energi sekitar 20,5 juta kWh per tahun.

Jika terealisasi optimal, listrik dari sampah ini berpotensi menjadi sumber energi alternatif sekaligus membantu mengurangi dampak lingkungan dari gas metana yang selama ini terlepas ke udara.

Agung menegaskan, proyek ini tidak akan membebani keuangan daerah karena menggunakan skema kerja sama business-to-business (B2B) dengan investor.

"Proyek ini tidak menggunakan APBD dan juga tidak ada biaya tipping fee. Artinya pemerintah kota tidak dibebani biaya pengolahan, namun persoalan sampah tetap bisa ditangani dan bahkan menghasilkan energi," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi peran Kepolisian Daerah Riau yang memfasilitasi lahirnya kolaborasi lintas sektor dalam proyek tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah daerah, tetapi memerlukan dukungan banyak pihak mulai dari aparat penegak hukum, investor, akademisi hingga masyarakat.

"Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama. Kami berterima kasih kepada Polda Riau yang telah menginisiasi dan memfasilitasi kolaborasi ini," tambahnya.

Selain menghasilkan energi terbarukan, teknologi WTE diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan di TPA Muara Fajar serta membantu menekan emisi gas rumah kaca.

Pemko Pekanbaru juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi serta memilah sampah rumah tangga.

"Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Ini tanggung jawab bersama. Dengan inovasi dan kolaborasi, kita optimistis Pekanbaru bisa menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," tutup Agung.***

#Pemerintahan

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index