Potang Bolimau, Basuh Jiwa Sambut Ramadhan 1447 H di Rohul

Potang Bolimau, Basuh Jiwa Sambut Ramadhan 1447 H di Rohul

Rohul (Sangkala.id)-Aroma limau bercampur doa menyelimuti tepian Batang Lubuh, Pasir Pengaraian, Selasa (17/2/2026).

Pemerintah bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul kembali menghidupkan tradisi Potang Bolimau, ritual adat Melayu sebagai penanda pensucian diri menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Langit senja menjadi saksi ketika para datuk ninik mamak, raja di Lima Luhak, tokoh adat, dan masyarakat berarak menuju lokasi prosesi. Diawali salat Ashar berjamaah dan santunan anak yatim, suasana khidmat berubah menjadi hangat penuh silaturahmi.

Bupati Rohul Anton, S.T., M.M., hadir bersama Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD. Bagi Anton-Poti, ini adalah Potang Bolimau perdana di masa kepemimpinan mereka.

"Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi simbol membersihkan hati, mempererat ukhuwah, dan menjaga harmoni masyarakat,"  ujar Anton.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Anton juga menyampaikan refleksi dan permohonan maaf kepada masyarakat atas program yang belum sepenuhnya terealisasi. Ia menegaskan komitmen memperkuat potensi daerah, menggandeng swasta, mengoptimalkan CSR, dan meningkatkan efisiensi anggaran.

Ketua MKA LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar Gelar Sutan Sulembang Rokan, M.Si., menyebut Potang Bolimau sebagai wadah memperkuat ukhuwah Islamiah dan budaya Melayu.

"Ini momentum saling memaafkan dan memperkokoh iman menyambut Ramadhan," singkatnya.

Puncak prosesi Bolimau Adat membasuh diri dengan air limau menjadi simbol pembersihan lahir batin. Tradisi turun-temurun ini bukan hanya warisan budaya, tetapi cermin jati diri Melayu Rohul yang tetap lestari di tengah zaman.
Ramadhan pun disambut, bukan hanya dengan gema takbir, tetapi dengan hati yang telah dibasuh adat dan doa.***(ando)

#Rakyat

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index