Jakarta (Sangkala.id)-Bupati Siak Dr. Afni menunjukkan sikap politik dewasa dan visioner. Usai melewati kontestasi Pilkada yang penuh dinamika, kini ia justru merangkul para lawan politik untuk bersama memperjuangkan kepentingan masyarakat Siak di tingkat pusat.
Langkah ini terlihat saat Bupati perempuan pertama di Negeri Istana itu bersilaturahmi dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto, di Jakarta, Rabu malam (7/1/2026).
Menariknya, dalam pertemuan itu Afni justru didampingi sejumlah tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) Siak—partai pengusung utama petahana yang dulu menjadi lawan politiknya di Pilkada.
Alih-alih menyisakan dendam politik, Afni memilih menjalin komunikasi akrab.
"Kami sudah move on. Sekarang waktunya bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat," ujarnya dengan senyum tenang.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Yandri Susanto itu dihadiri pula oleh istri Yandri yang juga Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, serta sejumlah anggota legislatif dari Fraksi PAN seperti Fairus (DPRD Riau) dan Ridha Alwis Effendi, H. Budi Yuwono, serta Salman Alfarisi (DPRD Siak).
Rombongan Pemkab Siak turut diisi Sekretaris Daerah, Kepala Bagian Hukum, Bapperida, dan Penghulu Dayun. Dalam pertemuan tersebut, Afni memaparkan berbagai isu strategis yang dihadapi desa dan kampung di Siak—mulai dari desa dalam kawasan HTI, HGU, BMN, dan BUMN, keterbatasan akses infrastruktur, hingga kendala lahan bagi Koperasi Merah Putih.
Selain itu, ia juga mengusulkan peningkatan Alokasi Dana Desa, penyediaan ambulans laut untuk wilayah terpencil di Sungai Apit, serta pemanfaatan lahan konsesi melalui skema pinjam pakai guna mendukung ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Semua pihak sepakat untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik.
Pertemuan itu menjadi simbol rekonsiliasi dan sinergi baru di Kabupaten Siak—sebuah pesan kuat bahwa pemerintahan Afni bergerak dengan semangat kolaborasi lintas warna politik.***