Pimpin Hari Santri 2026, Bupati Asmar Dorong Santri Meranti Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak

Senin, 26 Oktober 2026 | 08:35:12 WIB

Meranti (Sangkala.id)-Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mendorong santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai teknologi, mengembangkan inovasi, dan memiliki kemandirian untuk menghadapi tantangan zaman. Santri dinilai memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Asmar saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti di Lapangan Bola Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Minggu (25/10/2026).

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, upacara diikuti para kiai, pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, serta santri dan santriwati dari berbagai pesantren di Kepulauan Meranti.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Antoni Sidharta, Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, Danposal Selatpanjang Lettu Laut Adu Ismanto, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti Misyamto, Sekretaris Daerah Sudandri, Ketua TP PKK Hj. Ismiatun, serta tokoh agama turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam upacara itu, Asmar membacakan amanat Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang menekankan kontribusi santri dalam perjalanan sejarah bangsa, mulai dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga pembangunan nasional.

Menurut amanat tersebut, santri harus mampu mengambil peran lebih luas dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan, kewirausahaan, dan kepemimpinan. Kemampuan mengikuti perkembangan teknologi perlu diperkuat tanpa meninggalkan tradisi pesantren, nilai keagamaan, dan akhlak mulia.

Asmar menegaskan, pembentukan karakter generasi muda tidak bisa dilepaskan dari peran guru, pengasuh, dan pengelola pondok pesantren. Pendidikan harus melahirkan generasi yang berpengetahuan, santun, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Didiklah anak-anak kita dengan sebaik-baiknya. Kita berharap mereka menjadi santri yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa. Jaga sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Asmar.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar bijak dalam pergaulan dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam bertindak. Menurutnya, kecerdasan dan penguasaan ilmu harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Terkait isu dugaan aktivitas LGBT yang beredar di Kepulauan Meranti, Asmar menyatakan pihaknya belum memperoleh temuan yang mengonfirmasi isu tersebut berdasarkan penelusuran aparat kepolisian di lapangan. Pemerintah daerah, katanya, akan terus mendorong edukasi kepada masyarakat, pendidik, dan generasi muda mengenai etika serta perilaku dalam kehidupan sosial.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga memberikan ruang bagi para santri untuk mengambil peran langsung dalam pelaksanaan upacara. Muhammad Nawawi dari Pondok Pesantren Alhusna Mantiasa bertindak sebagai perwira upacara, sedangkan M. Farhan Nur Rasyid dari Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang menjadi komandan upacara.

Pasukan pengibar bendera berasal dari Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin Mantiasa, sementara paduan suara diisi santri Pondok Pesantren Al Muawanah. Santri lainnya turut bertugas membacakan ikrar santri, UUD 1945, dan kalam ilahi.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan di lingkungan pesantren.***

Terkini