Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:53:36 WIB

Siak (Redaksi.id)-Ribuan santri mengaminkan doa Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, agar negara segera melunasi utang kepada Kabupaten Siak. Doa tersebut menggema saat upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Siak, Sabtu (24/10/2026).

Di hadapan para ulama, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Siak, dan tamu undangan, Afni mengajak ribuan santri dan seluruh peserta upacara mendoakan agar hak-hak masyarakat Siak yang masih tertahan dapat segera ditunaikan pemerintah pusat.

Bupati perempuan pertama di Siak yang juga merupakan seorang santriwati itu menyampaikan doa khusus agar kekayaan alam Siak yang telah dieksplorasi untuk kepentingan bangsa dapat dihitung secara terbuka dan dibagikan secara adil kepada daerah.

"Ya Allah, bilamana ada rezeki anak cucu Siak yang tertahan di langit, maka turunkanlah. Bila ada yang tersimpan di dalam bumi, maka keluarkanlah. Ya Allah, bila tanah, sungai, dan hutan Siak sudah dieksplorasi untuk kepentingan bangsa, semoga negara dimampukan menghitungnya secara terbuka, lalu membaginya secara adil dan merata," lantun Afni yang langsung diaminkan ribuan peserta upacara.

Ia kemudian melanjutkan doa agar utang negara yang hingga kini masih dinantikan masyarakat Siak dapat segera dilunasi. Afni juga memohon agar para pemimpin bangsa diberikan kemampuan untuk terus menyayangi Siak beserta seluruh masyarakatnya.

"Ya Allah, semoga utang-utang negara yang sampai hari ini masih dinanti rakyat Siak dengan penuh harap, dapat dilunasi segera. Berikan kemampuan para pemimpin bangsa, terus menyayangi Siak dan seisinya," sambungnya.

Suasana religius terasa ketika ribuan santri serentak mengaminkan doa tersebut. Bagi Afni, doa para ulama dan santri menjadi harapan di tengah perjuangan pemerintah daerah memperjuangkan keadilan bagi Kabupaten Siak.

"Ketika ikhtiar kami para umara mungkin tidak cukup kuat untuk mengetuk pintu-pintu kekuasaan di Jakarta sana, ketika keadilan masih menjadi gelora juang yang terus disuarakan, atau saat sebagian kami mungkin masih terlelap karena lelah dengan segala ikhtiar dunia yang tak ada ujungnya, maka cahaya negeri ini diperjuangkan para santri yang selalu terjaga dengan zikir, shalawat dan doa-doa terbaiknya," ungkap Afni.

Ia menyebut peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menegaskan peran santri sebagai penjaga moral dan akhlak, penggerak sejarah, serta pelopor modernisasi kehidupan beragama yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Afni juga mengingatkan kembali sejarah perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya melalui Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, yang membangkitkan semangat umat Islam mempertahankan kemerdekaan.

Dalam konteks sejarah lokal, Afni mengajak masyarakat mengenang peran Kesultanan Siak dalam membangun pendidikan Islam jauh sebelum Indonesia merdeka. Madrasah Taufiq Alhasjimiah dan Madrassatoen Nisa' disebut sebagai bagian dari warisan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman lintas generasi.

"Di Kabupaten Siak, santri kini berada di barisan terdepan, terhormat, memimpin dan menjadi bagian penting dari pembangunan mewujudkan Siak Hebat Bermartabat," katanya.

Menurut Afni, ribuan santri telah memadati Kota Siak Sri Indrapura sejak sehari sebelumnya untuk mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri. Mereka juga mengikuti kirab santri yang berlangsung meriah dan bermuara di Rumah Rakyat Kabupaten Siak.

Ia turut menyampaikan bahwa pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren yang diarahkan untuk mendukung pengembangan dan penguatan pesantren.

Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh masyarakat mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan serta keutuhan bangsa.

"Selamat Hari Santri Tahun 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia. Teruslah menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri. Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas. Semoga setiap langkah dan perjuangan kita senantiasa mendapat rida serta keberkahan," tutupnya.***

Terkini