Rohil Bangun 5 Kampung Nelayan, Bidik Tambahan 6 Titik Baru

Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:01:49 WIB

Rohil (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mempercepat penataan kawasan pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini menyasar permukiman nelayan agar lebih tertata, sehat, dan produktif sekaligus mendorong peningkatan ekonomi keluarga pesisir.

Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, meninjau progres pembangunan di tiga lokasi di Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Selasa (13/10/2026). Ketiga lokasi tersebut berada di Teluk Pulai, Panipahan Darat, dan Panipahan Kota.

Pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas permukiman nelayan. Pemkab Rohil memperjuangkan program tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Di Rokan Hilir totalnya ada lima titik saat ini. Tiga titik di Kecamatan Pasir Limau Kapas, dan dua titik lagi berada di Kecamatan Bangko serta Kecamatan Sinaboi,” ujar Jhony Charles saat peninjauan.

Bupati Perjuangkan Tambahan Lokasi
Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, berperan mengawal usulan pembangunan melalui pendekatan langsung ke pemerintah pusat. Sebelumnya, ia bersama tim kementerian meninjau dan menetapkan lokasi pembangunan di Kecamatan Bangko dan Sinaboi.

Bagi Bistamam, Kampung Nelayan Merah Putih tidak cukup hanya menghadirkan bangunan dan infrastruktur baru. Program tersebut harus mengubah kondisi lingkungan permukiman sekaligus memberikan dampak nyata bagi penghasilan masyarakat.

“Kita ingin mengubah kesan kumuh menjadi kawasan yang rapi, sehat, dan produktif. Nilai tambahnya harus dirasakan langsung oleh ekonomi keluarga nelayan kita,” kata Bistamam.

Pemkab Rohil kini juga mengusulkan tambahan sekitar empat hingga enam titik Kampung Nelayan baru di sejumlah kawasan pesisir. Usulan tersebut masih diperjuangkan melalui kementerian terkait.

Bistamam optimistis penambahan lokasi dapat memperluas jangkauan pembangunan, mengingat potensi maritim Rohil membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Kami terus mengawal usulan baru ini di kementerian. Potensi maritim kita sangat besar, dan intervensi pusat sangat kita butuhkan agar penataan kawasan pesisir di Rokan Hilir bisa berjalan secara menyeluruh dan terintegrasi,” ujarnya.

Menata Pesisir, Menggerakkan Ekonomi
Dengan lima titik yang saat ini masuk dalam program, Pemkab Rohil berharap penataan kawasan nelayan di Pasir Limau Kapas, Bangko, dan Sinaboi menjadi awal pembenahan permukiman pesisir secara lebih luas.

Tantangannya bukan sekadar menyelesaikan pembangunan fisik. Infrastruktur yang dibangun juga perlu dijaga dan dimanfaatkan agar lingkungan tetap bersih, sehat, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.***(zal)

Terkini