Rohil (Sangkala.id)-Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi dalam mencetak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mandiri dan produktif terus digelorakan.
Melalui dukungan sarana 9 unit mesin jahit yang diterima sebelumnya, pihak Lapas langsung merealisasikannya melalui program pelatihan menjahit intensif dan berkelanjutan bagi para warga binaan, Senin (12/10).
Pelatihan yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas ini menghadirkan instruktur profesional untuk membimbing WBP menguasai teknik tata busana dan konveksi. Seluruh rangkaian kegiatan turut didampingi dan diawasi langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Mismin Handoko, beserta jajaran staf terkait.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menyampaikan bahwa sarana mesin jahit yang diberikan pihak BRI beberapa hari lalu, langsung diintegrasikan ke dalam program pembinaan kerja secara terarah dan berprioritas.
"Bantuan 9 unit mesin jahit yang kami terima langsung dimaksimalkan di Seksi Giatja. Pelatihan ini kami laksanakan secara berkelanjutan, dengan fokus utama diberikan kepada warga binaan yang sudah mendekati masa bebas," ujar Agus.
Ia menegaskan, langkah strategis ini diambil agar para warga binaan benar-benar mengantongi bekal keahlian yang matang sebelum kembali ke tengah masyarakat.
"Harapan besar kami, begitu mereka selesai menjalani masa pidana nanti, mereka sudah siap mandiri, membuka usaha sendiri di bidang konveksi, atau terserap di dunia kerja sebagai pribadi yang produktif dan berguna," tambahnya.
Program pembinaan kemandirian ini juga menjadi wujud nyata dukungan Lapas Bagansiapiapi terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus ikut menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam hal penguatan pemberdayaan sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak serta manajemen pembinaan yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi optimis dapat terus melahirkan lulusan warga binaan yang handal, memiliki keterampilan dan siap berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.***(zal)