BBKSDA Riau dan RAPP Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gajah Sumatra di Estate Ukui

Senin, 06 Juli 2026 | 20:00:25 WIB

Pelalawan (Sangkala.id)-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan terhadap seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) jenis kelamin betina di kawasan kantong gajah Tesso Tenggara, Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau (6/2026).

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono mengatakan bahwa gajah betina tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 60 tahun dan merupakan individu soliter yang telah lama memisahkan diri dari kelompoknya.

Satwa ini sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis intensif pada Juli 2025 setelah teridentifikasi mengalami kondisi tubuh kurus, lemah, tidak mampu berjalan jauh, gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan feses kasar, gigi sudah rusak (aus), prolapsus ani, serta dehidrasi.

Pasca pengobatan tahun lalu, kondisi gajah menunjukkan perkembangan yang baik. Satwa kembali aktif bergerak dan menjauh dari areal hutan tanaman industri.

Dalam beberapa kesempatan, keberadaannya terpantau di sekitar kebun masyarakat dengan memanfaatkan sumber pakan yang lebih lunak, seperti ubi kayu, batang pisang, rumput, serta tanaman sawit muda.

Kemunculan gajah di sekitar kebun masyarakat kerap dilaporkan sebagai dugaan gajah sakit karena kondisi feses yang kasar, sesekali mengalami diare, serta munculnya aroma tidak sedap dari tubuh satwa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Medis BBKSDA Riau yang dipimpin oleh drh. Rini Deswita bersama Tim PT RAPP melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

drh. Rini mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan menunjukkan gajah yang ditemukan di areal HTI Estate Ukui RAPP, dalam kondisi lincah, agresif, serta cenderung menyerang apabila didekati manusia.

Selama proses pembiusan, gajah tetap berada dalam posisi berdiri. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan medis diketahui bahwa kondisi tubuh gajah mengalami peningkatan yang sangat baik dibandingkan saat pertama kali ditangani pada Juli 2025.***

Terkini