PTPN IV PalmCo Percepat Peremajaan 17.100 Hektare Sawit Riau, Dukung Program B50

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:07:41 WIB

Pekanbaru (Sangkala.id)-PTPN IV PalmCo terus mengakselerasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Riau untuk mendukung implementasi biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2026.

Melalui PTPN IV Regional III, perusahaan telah merealisasikan peremajaan sawit petani seluas 12.600 hektare hingga akhir 2025. Tahun ini, target tambahan peremajaan mencapai 4.500 hektare sehingga total areal PSR di Riau ditargetkan menembus 17.100 hektare.

Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan percepatan program dilakukan melalui pendataan lahan, verifikasi hingga penerbitan rekomendasi teknis bagi petani peserta PSR.

Program tersebut menjadi langkah strategis meningkatkan produktivitas kebun rakyat yang selama ini masih tertinggal dibanding perkebunan korporasi. Saat ini produktivitas sawit petani nasional rata-rata berkisar 7-12 ton per hektare per tahun, sedangkan perkebunan perusahaan mampu melampaui 20 ton per hektare per tahun.
Menurut Bambang, hasil peremajaan menunjukkan peningkatan signifikan.

Petani mitra yang mengikuti program revitalisasi mampu menghasilkan produktivitas hingga 29,10 ton per hektare per tahun. Sementara peserta PSR dengan tanaman menghasilkan usia tiga tahun mencatat produktivitas 23,94 ton per hektare per tahun, melampaui standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit sebesar 19 ton per hektare per tahun.

PTPN IV PalmCo menilai peningkatan produktivitas petani akan berkontribusi terhadap pasokan minyak sawit mentah (CPO) nasional yang menjadi bahan baku utama program biodiesel B50.

Selain peremajaan, perusahaan juga memperkuat sektor sawit rakyat melalui penyaluran 2,56 juta bibit unggul bersertifikat kepada sekitar 8.900 petani sejak 2019. Program tersebut disertai pendampingan teknis, penguatan koperasi, serta pelatihan pengelolaan kebun berkelanjutan.

Saat ini PTPN IV Regional III mengelola kemitraan plasma seluas 56.500 hektare yang melibatkan lebih dari 28 ribu petani di Riau. Perusahaan optimistis percepatan PSR dan penggunaan bibit unggul mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sawit.***

Terkini