Meranti (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjajaki kerja sama perdagangan ekspor-impor dengan investor dari Johor Bahru, Malaysia. Langkah itu diharapkan membuka pasar lebih luas bagi komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat perdagangan lintas negara di kawasan Selat Malaka.
Penjajakan kerja sama difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru melalui pertemuan virtual di Aula Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rabu (3/6/2026). Pertemuan diikuti pelaku usaha Malaysia dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin mengatakan kerja sama perdagangan dengan Malaysia memiliki prospek besar karena didukung kedekatan geografis serta hubungan budaya dan perdagangan yang telah lama terjalin.
"Selat Malaka menjadi jalur strategis yang menghubungkan kawasan serumpun Melayu," kata Muzamil.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Meranti menawarkan sejumlah komoditas unggulan seperti sagu, kelapa, kopi liberika, karet, dan pinang. Selain perkebunan, potensi perikanan seperti kakap putih dan ikan tirusan juga dipromosikan kepada investor Malaysia.
Sektor pariwisata turut diperkenalkan, di antaranya tradisi Perang Air atau Cian Cui, Festival Sungai Bokor, serta Telaga Air Merah.
Muzamil menjelaskan, kerja sama tidak hanya berfokus pada ekspor komoditas Meranti ke Malaysia, tetapi juga perdagangan dua arah. Meranti masih membutuhkan pasokan sembako, gula, buah-buahan, serta produk makanan dan minuman dari luar negeri.
Menurut dia, distribusi barang dari Malaysia dinilai lebih efisien dibandingkan pasokan dari Pulau Jawa maupun daerah lain di Sumatera karena jarak pengiriman lebih dekat dan biaya logistik lebih rendah.
Pemkab Meranti juga mendorong pengembangan daerah sebagai hub transshipment domestik dan regional, kawasan logistik maritim, serta pusat agroindustri dan perikanan yang terhubung dengan jalur perdagangan ASEAN, India, dan Tiongkok.
Peluang kerja sama itu mendapat respons positif dari investor Malaysia. Pimpinan perusahaan ekspor-impor Gresik Jaya, Kamarudin, mengatakan pemerintah Malaysia membuka peluang impor untuk 39 jenis komoditas dan sebagian besar tersedia di Kepulauan Meranti.
Ia menilai komoditas kelapa asal Meranti memiliki keunggulan dari sisi kualitas, jarak, dan efisiensi biaya dibandingkan pasokan dari daerah lain.
Pengelola Koperasi Universitas Pahang, H. Syahrul Naim, menambahkan komoditas kopi dan kelapa asal Meranti cukup dibutuhkan di Malaysia untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan.
Menanggapi minat investor, Muzamil memastikan pemerintah daerah berupaya menjaga ketersediaan pasokan komoditas sesuai kebutuhan pasar.
Sebagai tindak lanjut, KJRI Johor Bahru bersama investor dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke Kepulauan Meranti untuk meninjau potensi komoditas dan peluang investasi yang bisa segera direalisasikan.
Pemkab Kepulauan Meranti optimistis kerja sama tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, memperluas pasar komoditas daerah, serta menambah pendapatan asli daerah dari sektor perdagangan internasional.***(asril)