Setahun Afni-Syamsurizal, Siak Bangkit di Tengah Tekanan Utang dan Fiskal

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:01:59 WIB

Siak (Sangkala.id)-Tepat setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Siak, Afni-Syamsurizal, Pemerintah Kabupaten Siak mencatat sejumlah capaian di tengah tekanan fiskal dan beban utang daerah yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Pemerintahan yang mulai berjalan pada 4 Juni 2025 itu menghadapi tantangan berat berupa warisan utang terbesar dalam sejarah daerah serta berkurangnya dana transfer pusat. Meski demikian, berbagai program prioritas dan janji politik tetap dijalankan.

Salah satu langkah awal yang mendapat perhatian publik ialah penurunan harga eceran tertinggi LPG 3 kilogram dari Rp23 ribu menjadi Rp21 ribu per tabung. Pemerintah daerah juga melakukan efisiensi perjalanan dinas, penyederhanaan birokrasi, serta penataan organisasi perangkat daerah agar lebih efektif.

Pembenahan menyeluruh dilakukan pada badan usaha milik daerah (BUMD). Seluruh jajaran komisaris diganti sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja perusahaan daerah yang sebelumnya mengalami kerugian.

Hasilnya mulai terlihat. PT Bumi Siak Pusako (BSP) kembali mencetak keuntungan sekitar Rp100 miliar setelah sebelumnya berada dalam kondisi merugi. Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang lama stagnan juga mulai bergerak dengan masuknya investasi industri galangan kapal bernilai ratusan miliar rupiah.

Di sisi keuangan daerah, Pemkab Siak telah membayar utang tahun anggaran 2024 sebesar Rp231,7 miliar dari total kewajiban Rp326,9 miliar. Sisa utang sekitar Rp95,2 miliar masih dalam proses penyelesaian, ditambah beban kewajiban tahun 2025 yang diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

Sekretaris Daerah Siak Mahadar mengatakan penyelesaian utang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah di samping upaya meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Komitmen pemerintah tetap membayar utang karena menyangkut hak pihak ketiga. Di saat yang sama, PAD terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi dan efisiensi belanja,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Pemkab Siak menyalurkan seragam gratis kepada lebih dari 13 ribu siswa SD dan SMP, masing-masing dua pasang. Program tersebut juga melibatkan pelaku UMKM penjahit lokal. Bantuan seragam tambahan melalui Baznas Siak diberikan kepada lebih dari 1.300 siswa dari keluarga kurang mampu.

Program sosial juga tetap berjalan melalui beasiswa bagi keluarga penerima manfaat dan nonpenerima manfaat Program Keluarga Harapan, bantuan guru MDA dan MDTW, serta bantuan sosial bagi lansia, penyandang disabilitas, kelompok rentan, dan anak yatim.

Pada sektor agraria, pemerintah daerah mendorong penyelesaian konflik lahan melalui penyerahan sertifikat hak milik dan skema kolaborasi multipihak.

Pembangunan infrastruktur turut menjadi fokus. Sejumlah ruas jalan diperbaiki, di antaranya Jalan Sawit Permai–Teluk Merbau sepanjang 1,6 kilometer, Jalan Siak–Tumang sepanjang 1,7 kilometer, serta Jalan Poros Dusun Lubuk Miyam sepanjang satu kilometer aspal dan 2,2 kilometer base.

Pemkab Siak juga berhasil memperoleh dukungan pendanaan dari APBN melalui program Inpres Jalan Daerah untuk rekonstruksi Jalan Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan sepanjang 1,2 kilometer dengan nilai lebih dari Rp15 miliar.

Selain itu, pemeliharaan jalan dilakukan sepanjang 152 kilometer, pembangunan jalan semenisasi hampir tujuh kilometer, pembangunan drainase 2,6 kilometer, serta normalisasi sungai sepanjang 77 kilometer.

Di sektor kesehatan, layanan berobat gratis diperkuat dengan peningkatan sarana dan prasarana pada 17 puskesmas, pembangunan enam puskesmas pembantu, serta pengembangan dua rumah sakit daerah.

Sektor pertanian juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan 20 unit traktor roda empat, dua unit combine harvester, 69 unit pompa air, dan 20 unit hand sprayer. Siak juga memperoleh persetujuan bantuan pembangunan jaringan irigasi pertanian senilai lebih dari Rp70 miliar.

Pada bidang transportasi, Siak menerima empat unit bus DAMRI dari APBN yang membuka rute Tanjung Pal–Mengkapan. Pemerintah daerah juga menyediakan kendaraan angkutan sekolah khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas melalui program Angkutan Sekolah Istimewa Siak (ASIK).

Di tengah keterbatasan fiskal, berbagai capaian tersebut menjadi penanda upaya Pemkab Siak menjaga pembangunan tetap berjalan sembari menuntaskan persoalan keuangan daerah yang diwarisi dari periode sebelumnya.***

Terkini