Pekanbaru (Sangkala.id)-Gelombang duka kembali menyelimuti jemaah haji asal Riau di Tanah Suci. Dalam tiga hari terakhir, tiga jemaah asal Kabupaten Kuantan Singingi dan Kampar meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, setelah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji.
Dengan tambahan tiga jemaah wafat tersebut, hingga Rabu (3/6), total jemaah haji asal Riau yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah tercatat mencapai 10 orang.
Jemaah terbaru yang wafat adalah Muhammad Amin Kiran, anggota Kloter BTH 10 asal Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar. Ia meninggal di pemondokan jemaah di Hotel Snood Aljawwara, Makkah, Rabu (3/6) pukul 08.34 waktu Arab Saudi.
Petugas Kloter BTH 10, Kamil mengatakan almarhum memiliki riwayat sesak napas, diabetes melitus, dan hipertensi.
“Seluruh rukun dan wajib haji sudah tuntas dilaksanakan kecuali Tawaf Wada'. Rencananya Tawaf Wada' dilaksanakan dua hari sebelum kepulangan,” ujar Kamil melalui laporan dari Makkah.
Almarhum direncanakan dimakamkan di Pemakaman Al Soraya, Makkah.
Sebelumnya, kabar duka datang dari jemaah Kloter BTH 08 asal Kabupaten Kuantan Singingi, Ratinis Abd Ghani (79). Ia wafat di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, Senin (1/6) pukul 23.45 waktu Arab Saudi.
Ketua Kloter BTH 08, Muhtar Aspari mengatakan almarhumah meninggal setelah menjalani perawatan akibat sumbatan jantung, infeksi berat, serta gangguan irama jantung.
“Ibu Ratinis akan dimakamkan di pemakaman daerah Syaraya yang berjarak sekitar lima kilometer dari Makkah,” kata Muhtar.
Keesokan harinya, Selasa (2/6), jemaah asal Kampar lainnya, Halimah Abu Amar dari Kloter BTH 05 juga wafat di Rumah Sakit King Faisal, Makkah, pukul 05.00 waktu setempat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya para jemaah.
“Saya atas nama pribadi maupun instansi menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh almarhum dan almarhumah husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Defizon.
Menurut Defizon, seluruh jemaah yang wafat di Tanah Suci tetap mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah, kata dia, akan membantu seluruh proses administrasi dan penyelesaian hak jemaah.
Ia juga memastikan sebagian besar jemaah yang wafat telah menuntaskan rangkaian utama ibadah haji.
“Jemaah yang wafat setelah menyelesaikan rukun dan wajib haji, maka pelaksanaan hajinya dinyatakan sempurna,” katanya.
Data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau mencatat, hingga 3 Juni 2026 sebanyak 10 jemaah haji asal Riau meninggal dunia. Rinciannya, satu orang wafat di Madinah, tujuh orang di Makkah, dua orang di Batam, dan satu orang di daerah asal sebelum keberangkatan.
Daftar jemaah wafat itu antara lain Dawanus Mahmud Muhammad asal Kampar yang meninggal di Madinah, Marati Kasmuri Usman asal Bengkalis, Baharuddin Sidi asal Pekanbaru, Zul Kanedi asal Pekanbaru, Ratinis Abd Ghani asal Kuantan Singingi, Halimah Abu Amar asal Kampar, dan Muhammad Amin Kiran asal Kampar yang seluruhnya wafat di Makkah.
Sementara dua jemaah lainnya, Azhari Hasan Ahmad asal Kampar dan Meri Aganmar asal Pekanbaru, meninggal di Batam. Sedangkan Ngadiem Arjo Wiyono asal Kuantan Singingi wafat di daerah sebelum keberangkatan.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi kesehatan di tengah suhu ekstrem Arab Saudi serta segera melapor kepada petugas kesehatan bila mengalami gangguan fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.***