Klinik Lapas Pekanbaru, Raih Penghargaan Peringkat 2 Nasional

Senin, 27 April 2026 | 15:49:03 WIB

Pekanbaru (Sangkala.id)-Prestasi membanggakan ditorehkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. Klinik Pratama Lapas Pekanbaru meraih peringkat dua nasional sebagai Klinik Terbaik dalam rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026.

Penghargaan diserahkan dalam acara tasyakuran nasional yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Auditorium Prof. Muladi Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (27/4/2026).

Peringatan HBP tahun ini mengusung tema "Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima", menegaskan komitmen peningkatan layanan kepada warga binaan dan masyarakat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto hadir bersama jajaran pimpinan tinggi, didampingi Wakil Menteri serta tamu dari berbagai kementerian dan mitra strategis.

Agenda diisi laporan kinerja Ditjenpas, penandatanganan nota kesepahaman lintas lembaga, serta penyerahan penghargaan berbagai kategori.

Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto didampingi Dokter Lapas Pekanbaru, Dr Sri Handayani, Kepala Subseksi Kepegawaian Riki Katriawati turut menghadiri tasyukuran nasional sekaligus menerima penghargaan.

Yuniarto mengatakan bangga atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan tingkat nasional ini menjadi bukti nyata kerja keras seluruh jajaran yang selama ini konsisten meningkatkan kualitas layanan kesehatan di dalam lapas.

"Kami sangat bangga dengan penghargaan ini. Seluruh proses panjang, kerja keras, serta komitmen jajaran akhirnya terbayar lunas. Capaian ini bukan sekadar prestasi, tetapi bentuk pengakuan atas upaya bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang layak bagi warga binaan,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus berbenah. Klinik Lapas Pekanbaru ditargetkan semakin profesional, responsif, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelayanan.

Sementara itu, Direktur Kesehatan, Perawatan dan Rehabilitasi Ditjenpas, Dr Adhayani Lubis, turut memberikan apresiasi atas capaian Lapas Pekanbaru yang dinilai mampu menjadi contoh nasional.

"Selamat kepada Lapas Pekanbaru yang meraih penghargaan di momen bahagia ini. Harapan kami, kualitas layanan terus meningkat disertai inovasi berkelanjutan sehingga dapat menjadi rujukan bagi lapas maupun rutan lain di Indonesia,"  ujarnya.

Ia berjanji dan berkomitmen melihat langsung perkembangan layanan di lapangan.

"Saya akan berkunjung untuk melihat secara langsung seluruh layanan sesuai tugas dan fungsi, khususnya di bidang kesehatan, perawatan, dan rehabilitasi. Kami ingin memastikan praktik baik ini dapat direplikasi di satuan kerja lain,"  tambahnya.

*Klinik Unggul

Klinik Lapas Pekanbaru mendapatkan peringkat dua nasional dinilai unggul dalam layanan kesehatan warga binaan.

Sistem pelayanan rawat jalan berjalan tertib dan terbuka bagi seluruh warga binaan tanpa pengecualian.Fasilitas mencakup poli umum, poli gigi, farmasi, layanan observasi hingga kejiwaan, didukung tenaga medis mulai dari dokter, perawat hingga tenaga magang.

Program edukasi kesehatan rutin digelar setiap pekan sebagai langkah pencegahan penyakit menular di lingkungan lapas. Inovasi layanan juga menjadi nilai lebih, seperti program Wak Doli yang menghadirkan dokter langsung ke kamar warga binaan untuk pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, program Wak Murka mengajak warga binaan menjaga kebersihan melalui kebiasaan menjemur pakaian dan kasur guna mencegah penyakit. Layanan darurat siaga setiap hari dengan dokter stand by, memastikan penanganan cepat termasuk rujukan ke rumah sakit terdekat saat dibutuhkan.

Pembinaan kesehatan diperkuat melalui pembentukan kader kesehatan dari kalangan warga binaan. Mereka dibekali kemampuan pertolongan pertama guna membantu penanganan awal di dalam lapas.

Sinergi dengan BPJS Kesehatan juga memperkuat layanan. Ratusan warga binaan telah terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan melalui aplikasi VIOLA, memudahkan akses pengobatan lanjutan di luar lapas.***

Terkini