Kemenag Rohul Tanam 1.276 Bibit Matoa, Peringati Hari Bumi dengan Aksi Nyata, Wabup Syafaruddin Poti: Menjaga Alam Adalah Investasi untuk Generasi Mendatang

Selasa, 22 April 2025 | 17:26:35 WIB

Rohul (Sangkala.id)-Dalam semangat memperingati Hari Bumi Sedunia ke-55, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dengan mengikuti program nasional Gerakan Menanam 1 Juta Bibit Matoa Se-Indonesia, Selasa (22/4/2025).

Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar seremoni penanaman pohon. Melalui pendekatan nilai keagamaan, aksi tersebut membawa pesan kuat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Penanaman bibit matoa dipusatkan di halaman Kantor Kemenag Rokan Hulu dan dihadiri Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM, Kepala Kemenag Rohul H. Zulkifli Syarif, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul CH Agung Nugroho, Ketua Baznas Rohul H. Baihaqi Adhduha, serta jajaran ASN dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syafaruddin Poti mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang ikut terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan.

“Sebanyak 1.276 bibit pohon matoa kami siapkan untuk ditanam di seluruh pelosok Rokan Hulu. Ini langkah positif yang harus didukung bersama demi masa depan daerah kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penghijauan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang melalui udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat.

Sementara itu, Kepala Kemenag Rohul H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Alam adalah titipan Tuhan yang harus dijaga. Menanam pohon bisa menjadi bentuk ibadah jika diniatkan untuk kebaikan bersama,” ungkapnya.

Bibit pohon matoa yang disiapkan tidak hanya ditanam di lingkungan kantor, tetapi juga didistribusikan ke Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan, madrasah, pondok pesantren, serta para penyuluh agama. Langkah ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

Pemilihan pohon matoa juga dinilai tepat. Selain memiliki buah yang manis dan bernilai ekonomi, pohon ini dikenal mampu menghasilkan oksigen yang baik serta berdaya tahan kuat.

“Kalau kita tanam hari ini, insyaAllah generasi mendatang yang akan memetik manfaatnya,” tambah Zulkifli.

Melalui gerakan ini, Kemenag Rohul berharap semangat mencintai lingkungan tumbuh seiring meningkatnya keimanan masyarakat. Sebab menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis lingkungan, melainkan tanggung jawab moral seluruh umat manusia.

Aksi tanam pohon ini sekaligus menegaskan bahwa dari Negeri Seribu Suluk, kepedulian terhadap bumi terus ditanam demi masa depan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.***(joh)

Terkini