Tradisi Melayu Mulai Pudar, Jika Hilang Pengakuan Adat Terancam

Sabtu, 18 April 2026 | 21:02:41 WIB

Siak (Sangkala.id)-Afni Zulkifli mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi yang dinilai mulai mengikis identitas budaya serta nilai-nilai adat.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak di Balairung Marhum Pekan, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Sabtu (18/4/2026).

Afni menegaskan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak bisa dipisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini. Menurutnya, pengabdian para leluhur kepada sultan adalah nilai luhur yang wajib dijaga lintas generasi.

"Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga," ujarnya.

Afni juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Indonesia. Namun menurutnya, komitmen tersebut harus berjalan seiring dengan keadilan terhadap masyarakat adat sebagai pewaris sejarah.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu yang bukan hanya soal wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan masyarakat.

"Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat, dari membangun rumah, menikah, hingga masuk kampung. Hari ini itu mulai pudar," tegasnya.

Menurut Afni, pelestarian adat tidak boleh berhenti pada seremoni dan simbol semata. Tradisi harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda agar jati diri Melayu tetap bertahan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai program, di antaranya pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi Istana Siak sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya tanpa memelintir sejarah.

"Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah," katanya.

Afni mengajak seluruh hadirin terus merawat semangat kebersamaan dan mendoakan para sultan sebagai bentuk penghormatan kepada sejarah.

"Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu warisan nilai yang harus kita jaga bersama," tutupnya.***

Terkini