Ditengah Keterbatasan, Manggala Agni Terus Berjuang Padamkan Api di Titi Akar Rupat

Jumat, 03 April 2026 | 11:46:52 WIB

Bengkalis (Sangkala.id)-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, hingga kini masih belum sepenuhnya padam. Tim Manggala Agni terus berjibaku di lapangan menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari cuaca ekstrem hingga minimnya sumber air.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, Kamis (2/4/2026), mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah menyekat pergerakan api agar tidak menjalar ke kawasan permukiman warga.

"Api masih bergerak, dan kami prioritaskan penyekatan ke arah pemukiman. Namun kendala terbesar siang ini adalah angin yang kencang dan berubah-ubah arah,"  ujarnya.

Selain itu, keterbatasan sumber air di lokasi turut menyulitkan proses pemadaman. Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim mengombinasikan penggunaan pompa air dengan pompa punggung guna menjangkau titik api yang sulit diakses.

Operasi pemadaman melibatkan lintas daerah, yakni satu tim Daops Sarolangun, satu tim Daops Musi Banyuasin, serta dua tim Daops Dumai. Bantuan juga telah diminta kepada BPBD Riau untuk pengerahan satgas udara berupa water bombing, khususnya pada titik api yang berada di kawasan rimba dengan vegetasi padat.

Sementara itu, kabar baik datang dari lokasi lain di Pulau Muda. Area tersebut telah dinyatakan padam setelah tim Daops Rengat melakukan mopping up dan patroli menyeluruh guna memastikan kondisi benar-benar aman.

Di sisi lain, satu regu Daops Rengat saat ini tengah dalam perjalanan menuju Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, untuk memperkuat upaya pemadaman. Tim diperkirakan dapat menyeberang ke lokasi pada sore hari.

Medan menuju titik kebakaran di Titi Akar menjadi tantangan tersendiri. Dari penyeberangan roro Rupat, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam, dilanjutkan dengan perahu selama 15 menit di Dusun Hutan Samak, kemudian perjalanan darat menggunakan sepeda motor sekitar 30 menit.

Kondisi ini menunjukkan betapa sulitnya mobilisasi personel dan peralatan ke lokasi kebakaran.

Memasuki hari keempat operasi, tim Manggala Agni masih bertahan di lapangan. Dukungan masyarakat setempat pun turut membantu, dengan pemerintah dusun meminjamkan pondok sebagai tempat istirahat bagi para personel.

Di tengah segala keterbatasan, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, demi memastikan api tidak meluas dan mengancam keselamatan warga.***

Terkini