Di Tengah Tekanan Anggaran, Bupati Siak Ajak ASN Tangguh dan Tak Mengeluh

Rabu, 25 Maret 2026 | 20:58:38 WIB

Siak (Sangkala.id)-Mengawali hari pertama kerja usai Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Afni mengirim pesan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN): tetap solid, optimistis, dan mampu bertahan di tengah tekanan keuangan daerah yang kian berat pada 2026.

Pesan itu disampaikan saat memimpin apel pagi yang dirangkai dengan Halal Bihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, Rabu (25/3/2026).

Di tengah suasana penuh kebersamaan, Afni mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini bukan hal ringan, namun harus dijawab dengan semangat kolektif.

"Kalau kita hanya mengeluh, tidak akan menyelesaikan apa-apa. Kita wajib bertahan (survive) dalam kondisi apa pun. Yang dibutuhkan hari ini adalah kerja keras, kekompakan, dan keyakinan bahwa kita mampu melewati situasi ini," tegasnya.

Afni menjelaskan, tekanan fiskal yang dihadapi daerah dipicu oleh pemangkasan transfer pusat hingga sekitar 50 persen, yang berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah lebih dari setengah triliun rupiah. Kondisi ini, menurutnya, menjadi ujian nyata bagi integritas dan komitmen ASN sebagai pelayan publik.

"Di sinilah kita diuji, apakah benar-benar hadir sebagai abdi negara di tengah kondisi sulit," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh surut. Justru dalam situasi terbatas, profesionalisme dan dedikasi ASN dituntut semakin kuat.

Afni juga menekankan pentingnya menghilangkan sekat birokrasi. Seluruh ASN diminta bergerak sebagai satu tim yang saling menguatkan.

"Tidak ada lagi sekat, tidak ada elit. Kita semua adalah pelayan masyarakat,"  katanya.

Di tengah upaya penyesuaian anggaran, Pemerintah Kabupaten Siak juga dihadapkan pada kewajiban menekan belanja pegawai hingga maksimal 30 persen sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 paling lambat Mei 2027. Langkah efisiensi pun tak terhindarkan.

Namun Afni memastikan, kebijakan tersebut tidak akan mengorbankan pegawai.

"Kami akan berikhtiar agar tidak ada pegawai yang dirumahkan. Ini tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi efisiensi, diterapkan skema Work From Anywhere (WFA) secara terbatas. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh menurunkan kualitas layanan.

"WFA bukan berarti tidak bekerja. Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal," ujarnya.

Apel perdana pasca-Lebaran itu kemudian ditutup dengan Halal Bihalal yang berlangsung hangat. Saling bersalaman dan bermaafan menjadi simbol penguat solidaritas, sekaligus energi baru bagi seluruh ASN untuk kembali bekerja menghadapi tantangan ke depan tanpa keluhan, dengan keteguhan.***

Terkini