Pekanbaru (Sangkala.id)-Walikota Pekanbaru Agung Nugroho berbaur bersama ribuan warga yang memadati tepian Sungai Siak dalam helat Petang Balimau 2026, Rabu (18/2/2026) sore.
Tradisi ini kembali digelar meriah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, sebagai bentuk komitmen melestarikan budaya Melayu.
Kegiatan dipusatkan di Rumah Singgah Tuan Kadi dan dibuka langsung walikota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Plt Gubri SF Hariyanto.
Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi lokasi, bahkan hingga ke ruas jalan dan Jembatan Siak IV, untuk menyaksikan prosesi adat penyiraman air limau.
Wali Kota Agung Nugroho menegaskan, Petang Belimau bukan sekadar seremonial, melainkan warisan budaya yang harus dijaga.
"Tradisi ini wujud kebahagiaan masyarakat Melayu menyambut Ramadan. Kita ingin terus melestarikannya agar tidak hilang oleh zaman," ujarnya.

Selain prosesi adat, Pemko Pekanbaru juga menyerahkan santunan kepada anak yatim, menggelar pasar murah, serta menebar 10.000 bibit ikan patin ke Sungai Siak.
"Ini bagian dari menjaga ekosistem sungai dan sejalan dengan program Prabowo Subianto tentang Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB)," jelas Agung.
Plt Gubernur SF Hariyanto menyebut Petang Belimau sebagai kekayaan budaya khas Riau yang sarat makna.
"Inilah cara orang Pekanbaru menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan jiwa yang lapang," katanya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Pemko Pekanbaru berkomitmen menjadikan Petang Belimau sebagai agenda budaya dan wisata unggulan daerah.***