Jejak Transformasi PalmCo Regional III, Untuk Pangan dan Energi Nasional

Jumat, 23 Januari 2026 | 14:45:38 WIB

Pekanbaru (Sangkala.id)-Dari Kebun Sei Pagar, Kabupaten Kampar, PTPN IV PalmCo menampilkan wajah baru perkebunan negara. Bukan sekadar hamparan sawit dan deru mesin pabrik, tetapi jejak transformasi yang terukur dan konsisten dari digitalisasi kebun, mekanisasi kerja lapangan, hingga pengelolaan limbah sebagai sumber daya.

Kunjungan Managing Director Danantara ke PTPN IV Regional III itu menangkap pesan yang jelas: perubahan nyata lahir dari detail. Layar digital memandu keputusan, alat mekanisasi mempercepat kerja, dan pendekatan keberlanjutan menjadi fondasi produksi.

Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyebut PalmCo sebagai aset strategis bangsa. Ia menilai kinerja Regional III menunjukkan potensi besar yang dapat direplikasi ke seluruh wilayah operasi PalmCo.

"Jika standar dan konsistensi seperti ini diterapkan di semua regional, PalmCo berpeluang menjadi perusahaan kelas dunia," ujarnya.

Hal senada disampaikan Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi. Ia mengapresiasi keberanian transformasi yang memadukan digitalisasi, mekanisasi, dan penguatan sumber daya manusia.

"Bottom line PalmCo jelas. Dampak dan output terukur, dan manusianya tidak ditinggalkan," kata Riko.

Transformasi PalmCo digerakkan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa dengan pendekatan berbasis efektivitas dan efisiensi. Setiap inovasi diuji melalui demplot, dikalibrasi, dan dihitung dampaknya sebelum diterapkan luas.

"Kalau tidak efektif, kami hentikan. Tidak ada ruang untuk pemborosan," tegas Jatmiko.

Di bawah kepemimpinannya, PalmCo mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Produktivitas CPO mencapai 4,70 ton per hektare per tahun, tumbuh 9 persen. Laba bersih menembus Rp 6,19 triliun atau 170 persen dari target RKAP.

Meski demikian, tantangan disparitas kinerja antarregional masih menjadi pekerjaan rumah. Dukungan dan kolaborasi Danantara dipandang krusial untuk menyamakan standar transformasi.

Di tengah ketidakpastian global sektor pangan dan energi, apa yang terjadi di Sei Pagar menunjukkan bahwa modernisasi BUMN perkebunan tidak harus gegap gempita.

Ia tumbuh dari perubahan kecil yang konsisten dari kebun, pabrik, hingga cara memandang masa depan sawit sebagai penopang pangan, energi, dan keberlanjutan nasional.***

Terkini