Mobil Rush Terjun ke Kanal, Dua Nyawa Melayang di Jalan Koridor RAPP

Selasa, 13 Januari 2026 | 21:42:32 WIB

Pelalawan (Sangkala.id)-Senin pagi itu, suasana di Jalan Koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, awalnya tampak tenang. Kabut tipis menggantung di atas kanal yang membelah kawasan industri kehutanan itu.

Namun dalam hitungan menit, ketenangan berubah menjadi kepanikan. Sebuah minibus Toyota Rush berwarna silver, bernomor polisi BM 1466 CM, ditemukan terendam di dasar kanal dengan posisi terbalik. Dua orang di dalamnya sudah tak bernyawa.

Mobil yang dikemudikan BAF (34), bersama satu penumpangnya TEY (44), melaju dari arah Pangkalan Kerinci menuju Langgam. Melalui koridor perusahaan yang masih berupa tanah dan batu.

Dari keterangan Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Rizkyan Tatit Hanafi, mobil diduga melaju dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di Kilometer 10, pengemudi kehilangan kendali. Dalam sekejap, kendaraan menyimpang ke kanan, menghantam pembatas tanah, lalu terjun bebas ke kanal yang dalam.

"Kendaraan melaju terlalu cepat di jalur yang tidak beraspal. Pengemudi kehilangan kendali hingga mobil masuk ke kanal dan tenggelam," ujar AKP Rizkyan dalam keterangan resminya.

Air kanal yang dingin dan dalam menelan seluruh badan mobil hanya dalam hitungan detik. Diduga, kedua korban sempat berupaya keluar saat air mulai masuk ke kabin, namun tekanan air dan posisi kendaraan yang terbalik membuat mereka tak bisa menyelamatkan diri.

"Korban diduga berusaha keluar, tetapi tidak berhasil saat mobil tenggelam," tambah AKP Rizkyan.

Evakuasi berlangsung menegangkan. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan harus mendatangkan alat berat untuk mengangkat bangkai mobil dari dasar kanal. Proses ini memakan waktu panjang karena kondisi medan berlumpur dan arus air yang tenang namun dalam.

Ketika akhirnya mobil berhasil diangkat ke permukaan, pemandangan yang muncul membuat suasana hening. Dua jenazah dievakuasi dengan hati-hati, dibungkus kain dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Beberapa warga yang menonton dari kejauhan menundukkan kepala, tak banyak bicara—seolah menyadari betapa tipis batas antara perjalanan biasa dan tragedi.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda gangguan mekanis pada kendaraan. Polisi menyimpulkan, faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan ini. Jalur yang lurus dan datar justru menimbulkan rasa percaya diri berlebihan bagi pengemudi, sementara permukaan jalan yang keras dan berkerikil menjadi jebakan saat kecepatan tak terkendali.

"Faktor jalan tidak bermasalah. Cuaca cerah, kondisi jalan lurus dan lebar. Kendaraan juga layak jalan," ungkap Kasatlantas.

Kini, Unit Laka Lantas Polres Pelalawan masih melakukan pendalaman. Sejumlah saksi di sekitar lokasi sudah diperiksa untuk memastikan kronologi lengkap. Namun satu hal pasti—di koridor industri yang biasanya sibuk oleh lalu lintas truk dan mobil karyawan itu, dua nyawa telah terenggut sia-sia oleh kecerobohan di balik kemudi.

Sore harinya, saat alat berat telah meninggalkan lokasi dan air kanal kembali tenang, hanya jejak lumpur di pinggir jalan yang tersisa. Sunyi kembali menyelimuti Rantau Baru, seolah menyimpan kisah pilu dua warga yang tak pernah sampai ke tujuan mereka hari itu.***

Terkini