PTPN IV PalmCo Perkuat Kapasitas Petani Sawit Rakyat

Jumat, 31 Oktober 2025 | 08:54:56 WIB

Kampar (Sangkala.id)-PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo) terus berupaya mempersempit kesenjangan produktivitas antara perkebunan sawit rakyat dan perusahaan. Melalui program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, perusahaan merangkul petani dari berbagai daerah untuk meningkatkan literasi dan manajemen budidaya sawit berkelanjutan.

Selama dua hari, Kamis–Jumat (30–31/10/2025), puluhan pengurus koperasi petani sawit mitra dari Aceh, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Mitra Binaan di Mess Tandun, Kabupaten Kampar.

Peserta mendapat materi teknis dari para pakar sawit, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu hingga panen efisien, serta kunjungan lapangan ke kebun mitra binaan PalmCo.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-angin menyebut pelatihan ini menjadi langkah strategis memperkuat kemitraan dan mendorong efisiensi.

"Sekitar 60 persen dari 17 juta hektare kebun sawit nasional dikelola petani. Kami ingin mereka naik kelas, dengan produktivitas setara perusahaan," ujarnya.

Rata-rata produktivitas kebun rakyat baru mencapai 2–3 ton CPO per hektare per tahun, sedangkan perkebunan besar mencapai 5–6 ton. Hingga Oktober 2025, PalmCo telah bermitra dengan ribuan petani di lahan seluas 20.000 hektare, di antaranya 5.000 hektare dikelola dengan pola single management.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Setiyono menilai kemitraan PalmCo transparan dan berorientasi hasil.

"PalmCo memastikan petani memahami prinsip keberlanjutan sesuai standar RSPO, agar mampu bersaing di pasar global," katanya.

Melalui program TJSL dan pendanaan PUMK, PalmCo juga membantu akses modal dengan bunga lebih rendah dibanding KUR.

"Kami ingin tumbuh bersama petani dan memastikan kesejahteraan mereka meningkat," tambah Irwan.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengapresiasi inisiatif PalmCo yang dinilai selaras dengan program peningkatan kualitas SDM petani.

"Sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi Riau, menyumbang 24 persen PDRB sektor pertanian. Dengan pengelolaan lebih baik, potensinya bisa jadi akselerator ekonomi daerah," ujarnya.

Langkah PTPN IV PalmCo ini sejalan dengan strategi nasional mempercepat sertifikasi dan peremajaan sawit rakyat. Baru sekitar 25 persen kebun rakyat tersertifikasi ISPO hingga pertengahan 2025.

"Kemandirian petani adalah kunci keberlanjutan industri sawit Indonesia," tutup Irwan.***

Terkini