?Pekanbaru (Sangkala.id)-Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme tampak menyelimuti Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi pada Rabu pagi (28/10). Di tengah cuaca pagi sedikit gerimis, ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran pegawai mengikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Lapas (Kalapas) Agus Imam Taufik memimpin jalannya barisan upacara. Pelaksanaan upacara kali ini terasa istimewa karena kepercayaan penuh diberikan kepada para WBP untuk mengemban tugas penting sebagai petugas pengibar bendera Merah Putih sekaligus pembaca naskah Sumpah Pemuda.
Hal ini merefleksikan keberhasilan program pembinaan kepribadian dan mental yang rutin diterapkan di dalam lapas.
?
Pada kesempatan tersebut, Kalapas Agus Imam Taufik menyampaikan pidato resmi dari Menteri Pemuda dan Olahraga yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati "Pemuda untuk Indonesia”.
Dalam arahannya di hadapan ratusan warga binaan, ia menekankan pentingnya menginternalisasi tiga nilai utama dalam kehidupan sehari-hari.
?"Nilai patriotik membangkitkan rasa cinta tanah air, kegigihan membentuk ketangguhan dalam menghadapi tantangan, dan empati menumbuhkan kepedulian sosial," ujar agus
?Lebih lanjut, Kalapas juga menambahkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga bagian pembinaan kebangsaan agar tidak mengulang pelanggaran hukum lagi.
"Saya harap agar momentum ini dijadikan sebagai titik balik bagi setiap warga binaan untuk menanamkan kedisiplinan, memperkuat tekad memperbaiki diri, serta terus berkontribusi dalam hal-hal positif dan tidak mengulang pelanggaran hukum lagi", tutup agus. (zal)