Komisi III DPR RI Dukung Langkah Kapolri Gas Pol Berantas Jaringan Narkoba

Komisi III DPR RI Dukung Langkah Kapolri Gas Pol Berantas Jaringan Narkoba

Jakarta (Sangkala.id)-Komisi III DPR RI mendukung langkah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk memberantas narkoba di tanah air. Ketua Komisi III Habiburokhman meminta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mempertahankan langkah agresif dalam memberantas peredaran narkoba. Ia mendesak Polri tidak berhenti pada penangkapan pengedar, tetapi membongkar jaringan hingga ke bandar besar dan aktor utama di balik bisnis haram tersebut.

Permintaan itu disampaikan Habiburokhman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Ia mengapresiasi langkah Kapolri yang turun langsung memimpin operasi pemberantasan narkoba pada awal masa kepemimpinannya.

"Kami meminta Polri terus mempertahankan ritme 'gas pol' ini, menyikat habis seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya dan para bandar besarnya," kata Habiburokhman.

Menurut dia, pemberantasan narkoba bukan sekadar penegakan hukum dan penangkapan pelaku kejahatan. Operasi tersebut merupakan upaya menyelamatkan masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Habiburokhman menilai langkah kepolisian perlu menyasar seluruh mata rantai peredaran, mulai dari produksi, distribusi, hingga jaringan pemasaran. Sejumlah pengungkapan kasus, termasuk pembongkaran pabrik narkoba di Pidie, Aceh, serta penindakan terhadap pabrik tramadol ilegal lintas provinsi, disebut sebagai bagian dari upaya tersebut.

Ia juga menyoroti operasi kepolisian di sejumlah kawasan yang dikenal sebagai lokasi peredaran narkoba. Menurut dia, penindakan langsung di lapangan menunjukkan upaya negara menjangkau jaringan yang selama ini sulit diberantas.

Habiburokhman menegaskan, keberanian pimpinan Polri turun langsung dalam operasi besar harus diikuti seluruh jajaran kepolisian di daerah. Konsistensi penindakan dinilai penting agar pemberantasan narkoba tidak berhenti sebagai gebrakan sesaat.

Ia berharap Polri terus meningkatkan pengungkapan kasus, mengejar bandar besar, serta memutus aliran distribusi dan pendanaan jaringan narkoba. Penindakan yang menyentuh aktor utama dinilai menjadi kunci agar jaringan tidak mudah kembali beroperasi setelah para pengedar ditangkap.***