UAS Suntikkan Semangat Tobat bagi 1.900 Warga Binaan Lapas Pekanbaru

UAS Suntikkan Semangat Tobat bagi 1.900 Warga Binaan Lapas Pekanbaru

Pekanbaru (Sangkala.id)-Dinding penjara tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk memperbaiki diri. Pesan itulah yang menguat dalam Tabligh Akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di Lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Rabu (21/10/2026). Sebanyak 1.900 warga binaan dan petugas mengikuti kegiatan keagamaan tersebut dalam suasana khidmat dan penuh haru.

Kehadiran pendakwah kondang asal Riau itu menjadi momentum bagi warga binaan untuk kembali menata harapan. Di tengah keterbatasan selama menjalani masa hukuman, mereka mendapat penguatan spiritual sekaligus dorongan untuk tidak menyerah memperbaiki kehidupan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian masa hukuman. Warga binaan juga perlu mendapatkan bekal moral dan keagamaan agar mampu menjalani perubahan serta kembali ke tengah masyarakat dengan perilaku yang lebih baik.

"Kehadiran Ustaz Abdul Somad ini adalah sebuah semangat baru bagi warga binaan sekaligus menjadi pilar penting dalam program pembinaan kerohanian di Lapas Pekanbaru. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti," ujar Eko.

Dalam tausiyahnya, UAS mengingatkan warga binaan agar tidak merasa terasing atau menganggap masa depan mereka telah berakhir akibat kesalahan masa lalu. Ia menekankan pentingnya menjaga harapan, memperkuat keimanan, dan membangun tekad untuk berubah.

"Jangan pernah merasa terasing dari masyarakat. Kehadiran saya di sini adalah bukti nyata bahwa saudara-saudara di luar sana, termasuk kami, masih peduli dan memperhatikan seluruh perkembangan kalian di dalam lapas," tutur UAS di hadapan ribuan jemaah.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi warga binaan jika proses menjalani hukuman tidak harus memutus hubungan mereka dengan kehidupan sosial. Kesempatan memperbaiki diri tetap terbuka selama ada kemauan untuk berubah dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

UAS juga mengajak mereka untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Kesalahan di masa lalu, menurutnya, bukan akhir dari perjalanan hidup. Kesungguhan untuk bertobat dan memperbaiki perilaku menjadi langkah penting dalam menyongsong masa depan.

"Temukan hidayah itu di sini, karena pintu hidayah tidak pernah tertutup untuk siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin bertobat," pesannya.

Tabligh Akbar ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh UAS. Suasana haru menyelimuti lapangan ketika para warga binaan menengadahkan tangan, memohon ampunan, serta berharap diberi kekuatan untuk menyelesaikan masa pembinaan dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan kerohanian di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Tantangan berikutnya adalah memastikan pesan keagamaan yang disampaikan tidak berhenti sebagai momen sesaat, tetapi tumbuh menjadi perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.***