Konferkab VIII PWI Kampar, Syawal Kembali Terpilih Pimpin PWI Kampar Tiga Tahun Kedepan

Konferkab VIII PWI Kampar, Syawal Kembali Terpilih Pimpin PWI Kampar Tiga Tahun Kedepan

Kampar (Sangkala.id)-Syawal kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar untuk periode 2026–2029. Dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) VIII PWI Kampar yang digelar di Taman Rekreasi Stanum, Bangkinang, Kamis (15/10/2026), Syawal memperoleh delapan suara dari total 15 pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Pesaingnya, Netty Mindrayani, memperoleh lima suara. Sementara itu, dua suara lainnya dinyatakan tidak sah karena pemilih mencoblos kedua calon.

Konferkab VIII dibuka Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan dan program kerja PWI Kampar untuk tiga tahun ke depan.

Ketua PWI Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, menyampaikan ucapan selamat kepada Syawal atas kepercayaan yang kembali diberikan anggota. Ia berharap Syawal mampu merangkul seluruh anggota, memperkuat soliditas organisasi, serta mengajak wartawan bersama-sama membesarkan PWI.

Raja Isyam juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik organisasi dan menjalankan profesi kewartawanan dengan menjunjung tinggi integritas serta kode etik jurnalistik.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Misharti menegaskan pemerintah daerah membutuhkan kritik dan kontrol dari masyarakat, termasuk insan pers, untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan publik.

Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus memberikan kritik yang membangun. Hubungan pemerintah dan pers perlu dijaga melalui komunikasi yang terbuka tanpa menghilangkan independensi jurnalistik.

"Saya menginginkan seluruh wartawan di Kampar ini memberikan kritik yang membangun dan menjaga sinergi. Mari kita bangun Kampar bersama demi mewujudkan pembangunan yang adil untuk masyarakat," ujar Misharti.

Ia juga mengingatkan wartawan agar mengedepankan etika jurnalistik dan melakukan verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada publik. Menurutnya, produk jurnalistik yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi pembeda penting antara media massa dan arus informasi di media sosial.

Misharti berharap PWI Kampar mampu menjadi penjernih informasi di tengah maraknya hoaks. Insan pers diharapkan tetap kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah, menjaga profesionalisme, serta mengangkat potensi daerah melalui karya jurnalistik yang berkualitas.

Ia juga membuka peluang komunikasi lebih intensif antara pemerintah daerah dan wartawan, termasuk melalui agenda coffee morning bersama Bupati Kampar pada waktu yang akan ditentukan.

Sementara itu, Syawal mengajak seluruh anggota menjaga persatuan dan menghormati proses demokrasi dalam organisasi. Ia menegaskan PWI merupakan rumah bersama yang harus dijaga secara independen dan bermartabat.

"PWI adalah rumah besar yang independen dan bermartabat. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin bersama yang harus kita dukung," kata Syawal.

Terpilihnya kembali Syawal diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, serta memperluas kontribusi PWI dalam mendorong kehidupan pers yang sehat di Kabupaten Kampar.

Konferensi dipimpin Jinto Lumban Gaol, Wakil Sekretaris PWI Riau, didampingi Harisep dan Molly Wahyuni. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, perwakilan Kejaksaan Negeri Kampar, perwakilan Polres Kampar, serta pengurus PWI Provinsi Riau.***(feb)