Lapas Bagansiapiapi Gandeng Dinas UMKM, Dorong Produk Warga Binaan Tembus Pasar

Lapas Bagansiapiapi Gandeng Dinas UMKM, Dorong Produk Warga Binaan Tembus Pasar

Rohil (Sangkala.id)-Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Rokan Hilir untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan. Kolaborasi ini diarahkan pada pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pemasaran.

Langkah tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Rokan Hilir, Juni Rahmat, SE, MM, ke Lapas Bagansiapiapi, Jumat (9/10/2026).

Kunjungan itu dilaksanakan berdasarkan surat tugas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rokan Hilir.

Juni disambut Kasi Kegiatan Kerja Lapas Bagansiapiapi, Mismin Handoko, yang mewakili Kalapas Agus Imam Taufik, bersama Kasubsi Bimbingan Kerja Rocky Iswad Damanik.

Pertemuan tersebut membahas pengembangan hasil karya warga binaan agar memiliki kualitas dan nilai jual lebih tinggi. Produk yang dihasilkan di dalam lapas diharapkan mampu bersaing di pasar luar, sekaligus menjadi modal usaha setelah warga binaan menyelesaikan masa pidana.

Juni Rahmat menegaskan kesiapan instansinya untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Dukungan itu mencakup pelatihan kewirausahaan serta fasilitasi pemasaran agar produk warga binaan semakin dikenal masyarakat.

“Kami siap memberikan pelatihan berkelanjutan dan memfasilitasi pemasaran produk warga binaan ke pasar luas agar makin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Mismin Handoko mengapresiasi dukungan Dinas Koperasi dan UMKM Rokan Hilir. Menurut dia, keterampilan usaha dan akses pasar menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Pelatihan dan bantuan pemasaran ini menjadi bekal keterampilan yang berguna saat mereka bebas nanti,” kata Mismin.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. Penguatan kualitas produk, pendampingan usaha, dan perluasan pemasaran menjadi langkah penting agar pembinaan kemandirian di Lapas Bagansiapiapi menghasilkan manfaat ekonomi nyata.

Bagi warga binaan, keterampilan bukan sekadar kegiatan selama menjalani masa pidana. Keterampilan yang disertai akses pasar dapat menjadi jalan untuk membangun usaha, memperoleh penghasilan, dan memulai kehidupan baru setelah bebas.***